• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Relasi Gender dalam Undang-undang Simbur Cahaya Perspektif Hukum Islam (Pemikiran Asma Barlas)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (132.7Kb)
    01 cover.pdf (278.0Kb)
    02 preliminari.pdf (376.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (394.9Kb)
    04 abstract.pdf (562.0Kb)
    05.1 bab 1.pdf (501.1Kb)
    05.2 bab 2.pdf (322.8Kb)
    05.3 bab 3.pdf (287.4Kb)
    05.4 bab 4.pdf (244.0Kb)
    05.5 bab 5.pdf (93.11Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (553.1Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (428.9Kb)
    08. naskah publikasi.pdf (254.5Kb)
    Date
    2019-11-18
    Author
    Nurkhalifah, Winda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini membahas tentang Relasi gender yang terdapat dalam kitab Undang-undang Simbur Cahaya dan tinjauan hukum Islam terhadap relasi tersebut. penelitian ini merupakan penelitian pustaka atau library research dengan menggunakan pendekatan filologis normatif. Penelitian ini berangkat dari realita dalam masyarakat Sumatera Selatan yang hampir menyeluruh tidak mengetahui keberadaan Undang-Undang Simbur Cahaya, padahal peraturan-peraturan dalam undang-undang tersebut masih sangat relevan dan mampu menyelesaikan konflik yang muncul dalam masyarakat sebagai solusi yang berasal dari kearifan lokal khususnya tentang relasi antara laki-laki dan perempuan di wilayah-wilayah Sumatera Bagian Selatan. Selain itu, alasan lain adalah kurangnya penelitian-penelitian yang mengkaji masalah gender yang berbasis naskah kuno dalam hal ini Undang-Undang Simbur Cahaya. Hasil penelitian ini menyimpulakan bahwa relasi gender dalam Kitab Undang-Undang Simbur Cahaya memegang teguh prinsip keadilan bagi laki-laki dan perempuan, undang-undang ini berusaha menampilkan betapa terhormat dan bermartabatnya kaum perempuan dengan mewujudkan dan menghadirkan peraturan-peraturan secara rinci yang bertujuan melindungi dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Selain itu, Undang-Undang Simbur Cahaya telah membuktikan adanya kesetaraan gender di dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa dilihat dari aturan-aturan umum seperti aturan tentang persaksian dan hukuman terhadap pelanggar peraturan adat. Hal ini sesuai dengan hukum Islam, karena Islam merupakan agama yang tidak membeda-bedakan jenis kelamin tertentu. Islam menerapkan standar yang sama terhadap keduanya dan menetapkan hukum atas mereka berdasarkan kriteria yang sama.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/18074
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1769]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV