• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    DIPLOMASI MEDIASI TIONGKOK DI KAWASAN AFRIKA UTARA, STUDI KASUS: PROSES MEDIASI KONFLIK DI SUDAN SELATAN PADA TAHUN 2014-2018

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (274.8Kb)
    02 preliminari.pdf (1.431Mb)
    03 daftar isi.pdf (1012.Kb)
    03 daftar isi.pdf (1012.Kb)
    04 abstract.pdf (654.8Kb)
    05.1 bab 1.pdf (1.911Mb)
    05.2 bab 2.pdf (1.696Mb)
    05.3 bab 3.pdf (1.856Mb)
    05.4 bab 4.pdf (606.4Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (1.458Mb)
    Date
    2019-07-23
    Author
    BRANDON FIRMAN CAHYADI. S, 15323067
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi proses mediasi Tiongkok pada perang saudara di Sudan Selatan. Terlibat dalam proses penyelesaian konflik merupakan hal yang baru dalam kebijakan luar Tiongkok. Komitmen Tiongkok terhadap prinsip non-intervensi yang mereka utarakan dalam ’five principle of peaceful coexistence’ mulai dipertanyakan seiring dengan keterlibatan Tiongkok dalam banyak penyelesaian konflik. Pada tahun 2018 Merics mengeluarkan sebuah laporan yang mengindikasikan adanya peningkatan jumlah intervensi Tiongkok dalam penyelesaian konflik sejak 2013. Tahun tersebut bertepatan dengan pengangkatan Xi Jinping sebagai presiden Republik Rakyat Tiongkok serta tahun peluncuran BRI. Penulis melihat bahwa keterlibatan Tiongkok dalam memediasi konflik Sudan Selatan berbasis pada kepentingan ekonominya di kawasan tersebut. Lebih lanjut, konflik yang terjadi antara pemerintah dengan pemberontak telah memberikan kecemasan bagi iklim investasi Tiongkok. Beberapa dialog dilakukan oleh Tiongkok untuk menjaga asetnya. Blok regional, IGAD juga memiliki peranan penting dalam penyelesaian konflik di Sudan Selatan. Sehingga peran IGAD dalam membantu penyelesaian konflik juga merupakan elemen penting dalam penelitian ini. Penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi mengenai alasan Tiongkok dalam memediasi konflik di Sudan Selatan dan melihat perannya dalam proses mediasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-mediation yang di tulis oleh Degang Sun dan Yahia Zoubir untuk menjelaskan peran dan alasan Tiongkok dalam memediasi konflik di Sudan Selatan pada tahun 2014-2018.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/15447
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV