Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Indeks Desa Membangun di Indonesia Tahun 2015-2021
Abstract
Lahirnya Undang-undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa telah memberikan kesempatan kepada
desa dalam melakukan perubahannya terhadap tatanan penyelenggaraan pemerintahan perdesaan.
Sehingga adanya peraturan desa tersebut dapat terdistribusi pula dengan baik Indeks desa membangun
untuk kesejahteraan msyarakat sekitarnya. Dan harapan adanya peraturan tersbeut desa yang tadinya
memiliki permasalah pada perekonomian, social serta ekologi dapat membantu tatanan pemerintahan
desa dalam menata kembali desa agar bias menjadi desa yang maju dan sejahterah. Penelitian ini
mengkaji tentang perkembangan indeks desa membangun per provinsi. Dimana untuk melihat
perkembangan dari indeks desa membangun tersebut menggunakan tiga aspek yakni ekonomi, social
dan ekologi. Data dalam penelitian ini adalah data panel. Data yang digunakan adalah data tahunan
2016-2021. Penelitian ini menggunakan metode regresi panel. Hasil penelitian ini adalah pada variabel
aspek pertama di bidang ekonomi terdapat variabel PDRB,DD, dan PAD dimana pada varaiabel PDRB
terdapat dua model yang memiliki kesamaan hasil yakni model pertama (Se Indonesia) dan model
kedua (Sepulau jawa) yang memiliki nilai siginifikan dan positif sedangkan pada model ketiga (luar
pulau jawa) tidak sigindikan, adapun pada variabel DD terdapat satu model saja yang positif dan
signifikan yakni model pertama sedangkan dua model yang lainnya tidak signifikan. Serta pada
varaiabel terakhir di bidang ekonomi yakni PAD terdapat dua model yang positif yakni pada model
pertama dan ketiga, sedangkan pada model kedua bernilai negative. Sementara untuk bidang social
terdapat tiga variabel yakni AMH, AHH, dan TKM dimana pada varaiabel AMH tredapat dua model
yang bernilai positif dan signifikan yakni model pertama dan kedua. Sedangkan untuk variabel AHH
hanya terdapat satu model saja yang memiliki nilai yang positif dan signifikan yakni model ketiga, dan
variabel terakhir pada bidang social yakni TKM hanya terdapat satu model saja yang bernilai positif
dan signifikan yakni model ketiga. Sementara pada aspek ekologi terdapat dua variabel yang
mencakupinya yakni PK/Mitigasi Bencana Alam dan IKLH dimana pada variabel PK terdapat satu
model saja yang potifi yakni model ketiga, sedangkan pada variabel IKLH terdapat satu model yang
memiliki nilai yang positif dan signifikan yakni model kedua. Temuan yang disajikan dalam studi ini
menawarkan pengamatan perkembangan indeks desa membangun di setiap provinsi dengan
menghasilkan tiga model yang berbeda hasil.
