Pengaruh Pemberian Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Daun Kangkung (Ipomoea reptans Poir) sebagai Penyembuh Luka (Wound Healing) pada Tikus Galur Wistar Jantan
Abstract
Luka adalah rusaknya jaringan tubuh yang dapat terjadi secara normal maupun karena adanya perubahan fisiologis. Salah satu bentuk perubahan fisiologis tubuh yaitu diabetes mellitus (DM). Kangkung darat merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antidiabetes. Selain itu, kangkung darat memiliki kandungan flavonoid sebagai agen antioksidan yang mampu membantu proses penyembuhan luka serta bersifat antimikroba. Pemilihan sediaan topikal nanoemulgel diharapkan dapat meningkatkan penetrasi obat terhadap kulit, memperpanjang waktu retensi obat di area target, serta menghasilkan efek samping yang lebih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan nanoemulgel ekstrak daun kangkung sebagai penyembuh luka pada tikus galur Wistar jantan dalam kondisi hiperglikemia dan normal. Metode penelitian menggunakan dua model tikus, yaitu hiperglikemia dan normal. Sebanyak 32 ekor tikus dibagi menjadi 8 kelompok, dengan masing-masing model terdiri atas 4 kelompok perlakuan. Setiap kelompok diberikan perlakuan luka berukuran 2,5 × 0,5 cm dengan kedalaman 0,2 cm. Terapi diberikan satu kali setiap hari. Parameter yang diamati adalah persentase kesembuhan luka. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan nanoemulgel daun kangkung memiliki efektivitas yang signifikan pada kondisi normal dengan nilai p sebesar 0,014 dan 0,037 (p<0,05). Sementara itu, pada kondisi diabetes diperoleh nilai p sebesar 0,011 dan 0,000 (p<0,05).
Collections
- Pharmacy [1895]
