• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Isolasi Senyawa Aktif Fraksi N-Heksana dari Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Uji Aktivas Antikanker Payudara dalam Formula Sediaan Nanopartikel self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) terhadap Sel T47D dan MCF-7

    Thumbnail
    View/Open
    16612054 Elfara Rahmadhika Suwarna.pdf (9.557Mb)
    Date
    2020-06-10
    Author
    Elfara Rahmadhika Suwarna, 16612054
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kanker payudara merupakan penyakit yang kompleks dan heterogen. Penyakit ini akan terus berkembang dan diperkirakan dalam 20 tahun ke depan insidensinya meningkat.Penelitian daun jambu biji (Psidium guajava L.) terbukti memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel T47D dan MCF-7 sebagai agen antikanker. Kemudian dipenelitian ini dikembangkan sebagai obat antikanker yang diubah dalam bentuk nanopartikel. Proses ekstraksi daun jambu biji dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan fraksinasi dengan kromatografi kolom menggunakan pelarut n-heksana. Ekstrak yang didapat dari analisis LCMS/MS didapat senyawa dalam fraksi adalah senyawa kandidat C26H48O14, senyawa kandidat C30H34O5, asam hiptatik, petasitolon, 3-Tert-butil-4-metoksifenol, dan Stigmastan-3,6-dion. Nanopartikel dibuat dengan metode self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dibuat formulasi dengan perbandingan minyak:surfaktan:ko-surfaktan (30:50:20) yang digabungkan dengan fraksi n-heksana 40%,60%, dan 80%. Ukuran partikel, indeks polidispers, dan zeta potensial didapat dengan analisis menggunakan PSA secara berturut-turut adalah 140 nm, 0,387, -69,3 mV; 136,06 nm, 0,394, -72,16 mV; 133,2 nm, 0,379, -84,86 mV. Formulasi konsentrasi 80% memiliki ukuran terkecil dan kestabilan yang baik. Dilanjutkan uji sitotoksik secara in vitro menggunakan metode MTT assay dan diperoleh nilai IC50 pada formulasi konsentrasi 40%, 60% dan 80% terhadap sel T47D secara berturut sebesar 109,647; 107,151 dan 95,499, terhadap sel MCF-7 82,794; 81,283 dan 75,85. Dan nilai SI (Selectivity Index) terhadap sel T47D secara berturut sebesar 2,39;2,78 dan 3,36, terhadap sel MCF-7 3,176;3,66 dan 4,23. Hasil tersebut menunjukkan semua formulasi memiliki sitotoksitas yang kuat dan lemah. Selectivity index (SI) yang disyaratkan adalah >3 menandakan bahwa sampel mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker tanpa mempengaruhi sel normal.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/23717
    Collections
    • Chemistry [741]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV