• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gedung Teater di Surabaya dengan Penekanan pada Akustik Ruang

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (64.23Kb)
    02 preliminary.pdf (137.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (320.2Kb)
    04 abstract.pdf (91.24Kb)
    05.1 bab 1.pdf (198.0Kb)
    05.2 bab 2.pdf (525.2Kb)
    05.3 bab 3.pdf (377.0Kb)
    05.4 bab 4.pdf (956.8Kb)
    05.5 bab 5.pdf (197.8Kb)
    05.6 bab 6.pdf (1.583Mb)
    05.7 bab 7.pdf (559.8Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (78.09Kb)
    07.1 Lampiran 1.pdf (1.242Mb)
    Date
    1995
    Author
    Yusuf, Zulham
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Seni pertunjukan apapun pada hakekatnya merupakan suatu interaksi antara manusia yang berkaitan dengan ruang dan waktu. Yang mana lebih dititik beratkan pada perwujudan proses pesan. Secara khusus pengertian seni pertunjukan atau lebih dikenal dengan seni teater (sandiwara) actalah suatu bentuk seni ilusif yang menerapkan media rupa rungu (audio visual). Dalam kaitannya dengan seni pertunjukan maka diperlukan suatu wadah sebagai sarana dimana seni pertunjukan tersebut ditampilkan atau dipentaskan. Biasanya wadah tersebut merupakan suatu arena yang sering disebut dengan panggung. Panggung ini pada dasarnya mencakup segala perangkat pendukungnya yang secara terpadu dipersiapkan untuk suatu pementasan. Perangkat pendukung ini selain instruman musik juga berupa peralatan pendukung lainnya yaitu yang sering disebut dengan akustik. Di Surabaya seni partunjukan khususnya sani teater berkembang seperti halnya seni pertunjukan lainnya yang ada di Indonesia. Tetapi akhir-akhir ini bila ditinjau keberadaan perteateran di Surabaya memang layak untuk diperbincangkan karena secara kualitatif ada penurunan. walaupun secara kuantitatif seni teater masih terus berjaIan. Dari salah satu permasalahan diatas tentang keberadaan teater di Surabaya secara terkait ditemukan masalah pewadahan pementasan dimana wadah yang ada dianggap kurang mendukung untuk kegiatan pergelaran ataupun pementasan. Untuk itu dari permasalahan yang ditemukan dapat diambil kesimpulan bahwa kemerosotan perteateran di Surabaya disebabkan tidak adanya sarana yang mendukung dalam pementasan, dimana diperlukan syarat-syarat khusus didalam suatu wadah pertunjukan tertutup yaitu berupa gedung pertunjukkan dengan syarat akustiknya. Selain permasalahan diatas juga tidak lepas dari permasalahan seniman itu sendiri dalam hal berkarya, dan upaya pemerintah setempat dalam melestarikan budaya bangsa.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/864
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV