• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Re-Desain Monumen Yogya Kembali di Yogyakarta: Ekspresi pemaknaan momentum kembalinya Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (67.01Kb)
    02 preliminary.pdf (166.0Kb)
    03 daftar isi.pdf (233.5Kb)
    04 abstract.pdf (80.72Kb)
    05.1 bab 1.pdf (343.0Kb)
    05.2 bab 2.pdf (1.394Mb)
    05.3 bab 3.pdf (2.547Mb)
    05.4 bab 4.pdf (725.1Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (69.76Kb)
    Date
    2001
    Author
    Rito, Barito Adi Buldan Raya Ganda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Monumen, sebagai salah satu bentuk karya arsitektur merupakan suatu perwujudan dari keinginan dan kebutuhan akan pengenangan, peringatan, dan penghormatan suatu hal, baik peristiwa maupun orang. Monumen Yogya Kembali atau Monjali berdiri sebagai sebuah monumen yang memperingati peristiwa kembalinya Yogyakarta. Kembali dalam artian diserahkan kedaulatannya ketangan Pemerintah RI dari tangan Belanda. Peristiwa ini merupakan awal dari proses pengakuan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh dunia internasional . Pemaknaan akan momentum tersebut adalah kemerdekaan. Kemerdekaan yang diproklamasikan tanggal 17 agustus 1945 adalah sebuah perjuangan demi diakuinya kedaulatan RI, ditandai dengan ditarik mundumya pasukan Belanda dari Yogyakarta. Tetapi, yang terjadi selanjutnya dalam "kemerdekaan"ini adalah kesimpangsiuran arti kemerdekaan menurut wacananya banyak pihak. Sehingga kemerdekaan yang terlihat megah dari luar dan dirayakan dengan kebanggaan dan patriotisme memiliki sisi lain didalamnya yaitu kesimpangsiuran dan ketidakteraturan arah. Hal tersebut di atas menjadi dasar bagi pencarian konsep arsitektural re -desain Monjali ini. Kemegahan dalam kemerdekaan tersebut direpresentasikan sebagai suatu sosok yang besar dan monumental, kokoh , kuat dan masif, tetapi ia ternyata hanyalah dinding pembatas dua dimensi. Dibaliknya terdapat suatu kesimpangsiuran arah yang digambarkan dengan dominasi arah pada level landscape, orientasi arah dari bentukan geometri dasar pada gubahan dan pola perletakan massa, serta menunjukkan tabrakan dari berbagai arah pada facade. Perulangan pada masa atau suasana yang sama diwujudkan dengan sirkulasi utama pada site yang kembali pada open space yang sama, merujuk pada ketidakjelasan arah yang sama.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/839
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV