• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Perencanaan Pembangunan Beserta Biaya Operasional dan Pemeliharaan (O&M) pada Instalasi Pengolahan Air Limbah di Kota Wates

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (80.88Kb)
    02 preliminary.pdf (144.7Kb)
    03 daftar isi.pdf (139.1Kb)
    04 abstract.pdf (84.82Kb)
    05.1 bab 1.pdf (158.5Kb)
    05.2 bab 2.pdf (742.0Kb)
    05.3 bab 3.pdf (475.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (404.1Kb)
    05.5 bab 5.pdf (307.6Kb)
    05.6 bab 6.pdf (742.7Kb)
    05.7 bab 7.pdf (116.7Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (68.35Kb)
    Date
    2001
    Author
    Permana C.K, Yopie
    Haryanto
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam jangka panjang bila fungsi pusat pertumbuhan Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) dapat efektif maka akan menghasilkan limbah yang terakumulasi sangat banyak, sehingga selayaknya Kota Wates direncanakan untuk memiliki IPAL dan saluran pembuangan yang memadai. IPAL sebagai instalasi unit pengolah limbah cair memerlukan penanganan yang baik berupa cara pengoperasian dan pemeliharaan agar berfungsi sesuai tujuan dan umur perencanaannya salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah besarnya biaya operasional dan pemeliharaan. IPAL Wates direncanakan menggunakan sistem tertutup dengan konsep tangki Up Flow Anaerobic Sludge Bed (UASB) & Intemittent Aeration Biaya O&M dan Investasi inilah yang nanti akan rnenjadi penentu tarif retribusi bagi masyarakat. Penentuan tarif ini harus layak dibayar oleh masyarakat dan dapat mempercepat pengelola mencapai titik impas juga keuntungan. Dalam analisis ini diusulkan dua macarn altematif perhitungan dan penentuan tarif harga retribusi untuk pihak pengelola, yaitu altematif pertama menggunakan harga tetap dan altematif kedua menggunakan harga berlaku dengan kenaikan 10% dan 15%. Dari semua altematif di atas akan dipilih berdasarkan kriteria yang ada yaitu: kemampuan membayar masyarakat, tidak ada diskriminasi harga diantara masyarakat dan mempercepat titik irnpas serta keuntungan bagi pihak pengelola.Titik impas diusahakan sebelum umur bangunan terlewati yaitu selama 20 tahun. Dari hasil analisis,biaya operasional dan pemeliharaan dapat dipulihkan menggunakan konsepharga berlaku dengan kenaikan 10%, adapun tarif retribusi awal Rp 9.000,- dan akan mencapai titik impas pada tahun ke-19 dengan tarif retribusi sebesar Rp 50.039,-. Tarif ini masih layak karena masih dibawah 10% dari pendapatan perkapita tiap tahun.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/828
    Collections
    • Civil Engineering [4779]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV