• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Remediasi Elektrokinetik dengan Model Konfigurasi 2-D Hexagonal pada Tailing Terkontaminasi Logam Berat Merkuri (Hg) dari Penambangan Emas Tradisional di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo Jogjakarta

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (73.74Kb)
    02 preliminari.pdf (206.3Kb)
    03 daftar isi.pdf (96.21Kb)
    04.1 abstract.txt (3.415Kb)
    05.1 bab 1.pdf (273.5Kb)
    05.2 bab 2.pdf (916.0Kb)
    05.3 bab 3.pdf (220.0Kb)
    05.4 bab 4.pdf (501.1Kb)
    05.5 bab 5.pdf (73.76Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (103.7Kb)
    Date
    2007
    Author
    Suharto, Sherly
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Usaha penambangan emas di Kokap, Kuloprogo telah berlangsung sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Penambangan dan pengolahan hasil tambang dilakukan secara tradisional. Aktivitasnya sering dianggap sebagai sumber pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan oleh proses ekstraksi bijih emas dan perak yang dilakukan secara amalgamasi. Proses amalgamasi secara teknis selalu menggunakan sejumlah Hg yang penanganannya di bawah standar aman. Sehingga limbah tailing dapat mencemari system lingkungan kehidupan manusia. Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami fenomena proses remediasi elektrokinetik, efisiensi remediasi konsentrasi Hg dan pengaruh dari jarak dan waktu di dalam metode remediasi elektrokinetik. Percobaannva menggunakan sekotak limbah tailing dari pertambangan emas di Kokap, Kulonprogo, konfigurasi hexagonal 2-D, dan tujuh elektroda karbon (6 sebagai anoda, 1sebagai katoda). Daya listriknya menggunakan tegangan 40 volt dan 0,2 ampere arus DC. Data diambil setiap 3 jam selama 15 jam proses remediasi dilakukan. Sebagai hasilnya, efisiensi dari penurunan konsentrasi Hg sebesar 36% untuk area I yang berjarak 15 cm dari katoda dan 11% untuk area II yang berjarak 10 cm dari katoda. Sebaliknya, efisiensi di area III negative dan begitu pula di daerah inefektif, yang berarti proses remediasi justru menaikkan kandungan Hg. Dalam hal ini fenomena elektromigrasilah yang mengntrol proses elektrokinetik. Semakin banyak jumlah migrasi ion dari anoda ke katoda semakin baik efesiensinya. Di dalam remediasi, semakin lama waktunya, semakin bertambah efesiensinya. Seianjutnya, pada jarak area semakin dekat ke katoda, semakin berkurang keefektifannya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/774
    Collections
    • Environmental Engineering [1825]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV