• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • New Submissions
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kajian Penerapan ISO 9000 Terhadap Tingkat Kecacatan Produk Beton Pracetak Pada PT Wijaya Karya Beton Boyolali Jawa Tengah

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (36.62Kb)
    02 preliminari.pdf (122.7Kb)
    03 daftar isi.pdf (153.0Kb)
    04 abstract.pdf (93.84Kb)
    05.1 bab 1.pdf (212.9Kb)
    05.2 bab 2.pdf (76.33Kb)
    05.3 bab 3.pdf (263.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (1.355Mb)
    05.5 bab 5.pdf (421.4Kb)
    05.6 bab 6.pdf (90.51Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (39.50Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (8.929Mb)
    Date
    2002-07
    Author
    Priyono, Waskitho, 96310014
    Wibisono, Gunawan, 96310032
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    ISO 9000 sebagai salah satu standar sistem mutu sangat besar manfaatnya untuk menjamin kualitas produk secara keseluruhan. Penjaminan kualitas produk ini dalam ISO 9000 disebut Quality Assurance, jika hal ini sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah mendapat sertifikat maka manfaat yang dapat diperoleh adalah meningkatkan kinerja perusahaan dan kemampuannya dalam menghadapi persaingan bebas. Di sisi lain kepercayaan pelanggan terhadap peresahaan dalam menerapkan sistem manajemen ISO 9000. Pada penelitian ini, elemen ISO 9000 yang diteliti adalah elemen yang berkaitan erat dengan tingkat kecacatan produk. Dari dua puluh elemen ISO 9000 ada dua elemen yang berkaitan erat dengan tingkat kecacatan produk yaitu elemen pengendalian proses dan elemen pengendalian penyimpangan produk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode skoring (Minawati, 1999) dengan mengkomparasikan antara prosedur dengan penerapan ISO 9000 dengan kriteria yang telah ditentukan. Dari hasil analisis, telah diperoleh bahwa penerapan ISO 9000 pada PT Wika Beton Boyolali telah berjalan cukup baik meskipun pada beberapa bidang masih perlu ditingkatkan kinerjanya. Tindak lanjut dari ditemukannya produk cacat adalah dengan merekomendasikan tindakan korektif dan preventif untuk mencegah dan memperbaiki produk yang cacat agar pada proses selanjutnya tidak terutang dan produk yang terlanjur mengalami kecacatan harus segera diperbaiki agar tidak mengecewakan konsumen. Hasil pembahasan telah disebutkan bahwa dalam setahun terjadi 0,1% produk cacat dan semuanya terjadi karena sebab yang berbeda, secara keseluruhan produk cacat telah diperbaiki dan secara preventif telah dilakukan perbaikan agar pada proses selanjutnya tidak terjadi kecacatan yang sama.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/7369
    Collections
    • New Submissions [149]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV