• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Chemistry
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN VOLUME ENZIM SELULASE BATANG JAMUR TIRAM PADA PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI MENGGUNAKAN METODE SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (27.73Kb)
    02 preliminari..pdf (1.390Mb)
    03 daftar isi.pdf (820.2Kb)
    04 abstrak.pdf (285.0Kb)
    05.1 bab 1.pdf (677.6Kb)
    05.2 bab 2.pdf (519.6Kb)
    05.3 bab 3.pdf (3.567Mb)
    05.4 bab 4.pdf (1.037Mb)
    05.5 bab 5.pdf (3.381Mb)
    05.6 bab 6.pdf (144.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (1.179Mb)
    07.1 lampiran 1.pdf (5.416Mb)
    07.2 lampiran 2.pdf (1.509Mb)
    Date
    2018-04-18
    Author
    Arifin, Ikhwan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian tentang pembuatan bioetanol dari jerami padi menggunakan metode SSF telah dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km 14,5. Jerami padi merupakan limbah pertanian yang mengandung lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan energi alternatif seperti bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu fermentasi dan volume enzim selulase terbaik terhadap kadar etanol yang dihasilkan, serta mengetahui pengaruh praperlakuan basa pada sampel jerami terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Metode yang dipakai adalah SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) dimana proses hidrolisis dan fermentasi dilakukan secara serempak. Kelebihan dari metode ini yaitu tanpa melalui tenggang waktu yang lama, dilakukan dalam satu reaktor sehingga menghemat biaya. Proses hidrolisis dilakukan oleh enzim selulase yang diekstrak dari batang jamur tiram, sedangkan proses fermentasi dilakukan oleh ragi S. cerevisiae. Sampel jerami padi dihaluskan dan dikeringkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kadar airnya. Kemudian dimasukkan kedalam medium SSF yang berisi akuades, enzim selulase dan ragi S. cerevisiae dan difermentasi selama beberapa hari. Kandungan selulosa pada jerami akan terhidrolisis menjadi glukosa dengan bantuan enzim selulase, kemudian akan langsung dikonversi menjadi etanol dengan bantuan ragi S. cerevisiae. Pemurnian etanol dilakukan dengan cara distilasi sederhana. Variabel yang digunakan yaitu volume enzim selulase dan waktu fermentasi. Variasi volume enzim selulase mulai dari 0 , 10, 15, 20 dan 25 mL. Sedangkan waktu fermentasi mulai dari 2, 4, 6, 8 dan 10 hari. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapat kadar bioetanol yang tertinggi 14,52% dengan variasi waktu fermentasi 10 hari dan volume enzim 25 mL, sedangkan kadar bioetanol pada sampel kontrol (praperlakuan basa) sebesar 9,75%.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/7309
    Collections
    • Chemistry [734]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV