Gambaran Pelayanan Farmasi Klinik oleh Apoteker dan Waktu Pelayanan Resep di Puskesmas Ngemplak 1 dan Ngemplak 2
Abstract
Latar belakang: Pelayanan farmasi klinik di Puskesmas belum sepenuhnya
dilaksanakan, dan waktu pelayanan resep, terutama resep racikan, cenderung lebih
lama dibanding resep sediaan jadi akibat proses peracikan yang lebih kompleks.
Gambaran pelaksanaan farmasi klinik sekaligus waktu pelayanan resep di
Puskesmas terutama di Puskesmas Ngemplak 1 dan Puskesmas Ngemplak 2 belum
ada di telitih.
Tujuan: Menggambarkan pelaksanaan farmasi klinik oleh apoteker, waktu
pelayanan resep, serta waktu peracikan resep racikan dan resep sediaan jadi di
Puskesmas Ngemplak 1 dan Puskesmas Ngemplak 2
Metode: Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan prospektif,
di mana pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling
dan data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara. Total resep yang
terkumpul di Puskesmas Ngemplak 1 sebanyak 433 resep, sedangkan di Puskesmas
Ngemplak 2 total resep yang terkumpul sebanyak 532 resep.
Hasil : Pelaksanaan farmasi klinik di kedua Puskesmas telah sesuai standar pada
pengkajian resep, PIO, PTO, dan EPO, sementara konseling dan MESO tetap
dijalankan meski menghadapi keterbatasan, dan visite pasien dilaksanakan di
Puskesmas Ngemplak 1. Rerata waktu pelayanan resep sediaan jadi 15,12±5,55
menit di Ngemplak 1 dan 12,64±7,53 menit di Ngemplak 2; resep racikan
20,33±6,72 menit di Puskesmas Ngemplak 1 dan 16,87±7,93 menit di Puskesmas
Ngemplak 2. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima
pada kedua kategori resep, dengan waktu pelayanan di Ngemplak 1 konsisten lebih
lama.
Kesimpulan : Pelaksanaan farmasi klinik dan waktu pelayanan resep racikan di
kedua Puskesmas telah sesuai standar nasional. Waktu pelayanan resep sediaan jadi
menunjukkan perbedaan bermakna, dengan Ngemplak 1 secara konsisten lebih
lama dibanding Ngemplak 2.
Collections
- Pharmacy [2101]
