Prediksi Model Adsorpsi Logam Cr (VI) dalam Proses Fitoremediasi dengan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Martius) Solms)
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang prediksi model adsorpsi logam Cr (VI) dalam proses fitoremediasi tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Martius) Solms).
Eceng gondok dipilih sebagai tanaman yang berpotensi untuk proses remediasi perairan yang tercemar logam berat. Beberapa variabel yang mempengaruhi proses penyerapan dibuat tetap seperti pH, waktu kontak, pola tanam, berat dan morfologi tanaman. Penelitian ini dilakukan menggunakan eksperimen dalam pot yang berisi air sebagai media tumbuh bagi tanaman dengan pola tanam satu pot terdiri satu tanaman pada pH 7 serta waktu kontak selama 7 hari. Berat dan morfologi tanaman diasumsikan sama yaitu 100-150 g dengan jumlah tangkai dan daun 11 buah. Variabel konsentrasi awal logam Cr (VI) divariasi mulai dari 5, 10, 15, 20, 25 mg/L. Konsentrasi logam Cr (VI) yang terserap diketahui dengan mendestruksi basah sampel akar dengan asam nitrat dan dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom.
Setelah dilakukan pengujian data-data dengan model isoterm adsorpsi Freundlich dan Langmuir, maka hasilnya menunjukan bahwa model adsorpsi logam Cr (VI) lebih mengikuti model isoterm adsorpsi Freundlich dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,851979. Nilai ini lebih mendekati 1 bila dibandingkan dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,709263. Model isoterm adsorpsi Freundlich memberikan nilai konstanta Freundlich (KF) sebagai kapasitas tanaman dalam menyerap suatu logam yang bergantung pada intensitas penyerapan logam oleh tanaman sebesar 191,9875, dan nilai n sebesar 1,4524. Nilai 1/n menggambarkan kemampuan tanaman dalam mengontrol penyerapan logam berat.
Collections
- Chemistry [794]
