Perancangan Ulang Pabrik Kerajinan Raket Kasur Rotan di Desa Cimara, Kabupaten Kuningan dengan Pendekatan Adaptive Reuse dan Industrial Ecology
Abstract
Industri kerajinan rotan merupakan sektor UMKM yang memiliki potensi besar dalam
mendukung perekonomian lokal dan ekspor nasional, namun masih menghadapi berbagai
permasalahan berupa ketidakefisienan tata ruang produksi, rendahnya kualitas lingkungan
kerja, keterbatasan fasilitas representatif bagi buyer, serta pengelolaan limbah yang belum
optimal. Permasalahan tersebut terjadi pada Pabrik Kerajinan Raket Kasur Rotan di Desa
Cimara, Kabupaten Kuningan, yang memanfaatkan bangunan eksisting bekas pabrik
penggilingan beras pada tapak berkontur di kaki Gunung Ciremai. Perancangan ini bertujuan
menghasilkan rancangan ulang pabrik yang lebih efisien, adaptif, representatif, dan
berkelanjutan melalui pendekatan adaptive reuse dan industrial ecology. Metode perancangan
menggunakan tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test dengan dukungan analisis
tapak, studi preseden, serta simulasi pencahayaan dan penghawaan alami menggunakan Form
A, DIALux, dan CFD. Hasil perancangan menunjukkan bahwa struktur utama bangunan
eksisting dapat dipertahankan dan dioptimalkan melalui reorganisasi ruang berbasis alur
produksi linear/semi-linear, sehingga meningkatkan efisiensi sirkulasi material dan pekerja.
Pendekatan industrial ecology diterapkan melalui sistem pengelolaan limbah berbasis waste-
to-value, optimalisasi ventilasi silang, pencahayaan alami, vegetasi peneduh, serta penataan
massa yang mengikuti kontur tapak untuk meminimalkan cut and fill. Selain ruang produksi,
rancangan juga menghadirkan galeri, ruang observasi proses produksi, dan area penerima
yang memperkuat citra industri kerajinan ekspor. Evaluasi desain menunjukkan tingkat
keberhasilan yang tinggi karena mampu memenuhi tiga sasaran utama perancangan, yaitu
peningkatan efisiensi produksi, peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kenyamanan termal,
serta penerapan sistem industri yang lebih ramah lingkungan dan representatif tanpa
menghilangkan karakter bangunan pabrik tradisional. Dengan demikian, rancangan ini
berpotensi menjadi model penerapan adaptive reuse pada industri kerajinan rotan skala
UMKM di kawasan pedesaan yang responsif terhadap konteks lingkungan dan kebutuhan
produksi berkelanjutan.
Collections
- Architecture [4119]
