Teknologi Elektrokoagulasi Menggunakan Anoda Mg untuk Struvite Recovery dari Air Limbah Domestik
Abstract
Air limbah domestik mengandung nitrogen dan fosfor yang berpotensi
menyebabkan eutrofikasi apabila dibuang tanpa pengolahan, tetapi juga dapat
dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrien untuk pupuk. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi pengaruh pH dan kuat arus pada proses elektrokoagulasi
menggunakan anoda magnesium terhadap penyisihan amonium dan fosfat serta
pembentukan struvite dari air limbah domestik. Penelitian dilakukan menggunakan
reaktor tubular continuous flow dengan anoda Mg silinder dan katoda Multi Rods
Helical System (MRHS). Variasi operasi meliputi pH 7, 8, dan 9 serta kuat arus 3,
5, dan 10 A. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi amonium, fosfat, pH,
serta karakteristik endapan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning
Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), dan
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kondisi optimum diperoleh pada pH 8 dan arus 5 A, dengan efisiensi
penyisihan fosfat sebesar 91,27% dan penyisihan amonium sebesar 69,50%.
Peningkatan arus hingga 10 A tidak meningkatkan efisiensi secara signifikan karena
pembentukan flok magnesium hidroksida yang berlebihan dan aglomerasi partikel.
Analisis XRD menunjukkan terbentuknya hazenite sebesar 32,4%, struvite sebesar
24,3%, dan brucite sebesar 9,3% pada pH 8 dan arus 5 A. Hasil FTIR
mengonfirmasi keberadaan gugus fosfat, amonium, dan air terhidrasi yang khas
pada struvite. Dengan demikian, elektrokoagulasi berbasis anoda Mg berpotensi
digunakan untuk pemulihan nutrien dari air limbah domestik menjadi produk pupuk
mineral bernilai tambah.
Collections
- Master of Chemistry [72]
