Surveilans Adulterasi pada Kopi dan Madu Penambah Stamina Pria di Yogyakarta Menggunakan KCKT-UV
Abstract
Latar belakang: Produk kopi dan madu penambah stamina pria berpotensi
mengalami adulterasi melalui penambahan bahan kimia obat (BKO) seperti
sildenafil sitrat dan tadalafil yang tidak diperbolehkan dalam produk pangan karena
berisiko terhadap kesehatan. Kasus adulterasi BKO pada produk penambah stamina
masih ditemukan di Indonesia, sedangkan data di Kota Yogyakarta dan Kabupaten
Sleman masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan surveilans untuk mengetahui
keberadaan adulterasi pada produk yang beredar.
Tujuan: Melakukan surveilans adulterasi sildenafil sitrat dan tadalafil pada produk
kopi dan madu penambah stamina pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan
Kabupaten Sleman menggunakan metode KCKT-UV.
Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode surveilans dengan
pengambilan sampel secara purposive sampling pada produk kopi dan madu
penambah stamina pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
Analisis dilakukan menggunakan KCKT-UV fase terbalik dengan kolom C18 dan
fase gerak asetonitril-buffer fosfat 0,020 M pH 3 (50:50), panjang gelombang 220
nm, laju alir 1 mL/menit, dan volume injeksi 20 μL. Validasi metode meliputi uji
spesifisitas, linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi (LOD), dan batas kuantifikasi
(LOQ) sesuai pedoman AOAC dan ICH. Selanjutnya, metode yang tervalidasi
diterapkan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif sampel.
Hasil: Metode KCKT-UV memenuhi seluruh parameter validasi sesuai pedoman
AOAC dan ICH. Hasil surveilans menunjukkan bahwa 10 sampel kopi dan 4
sampel madu penambah stamina pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan
Kabupaten Sleman terdeteksi mengandung sildenafil sitrat dengan kadar yang
bervariasi. Kadar sildenafil sitrat yang terdeteksi pada sampel kopi berkisar antara
0,499-5,161% (b/b), sedangkan pada sampel madu berkisar antara 0,002-0,662%
(b/b). Tadalafil tidak terdeteksi pada seluruh sampel yang dianalisis.
Kesimpulan: Surveilans adulterasi pada produk kopi dan madu penambah stamina
pria yang beredar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman menunjukkan adanya
sildenafil sitrat pada sejumlah sampel dengan kadar yang bervariasi, sedangkan
tadalafil tidak terdeteksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik penambahan
bahan kimia obat (BKO) secara ilegal pada produk yang dipasarkan sebagai produk
alami.
Collections
- Pharmacy [2101]
