| dc.description.abstract | Kota Bekasi merupakan salah satu kawasan metropolitan yang mengalami peningkatan fenomena Urban Heat Island (UHI) akibat
pesatnya perkembangan kawasan terbangun, dominasi perkerasan, tingginya aktivitas transportasi, dan berkurangnya ruang terbuka
hijau. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan kenyamanan termal, khususnya pada Terminal Induk Kota
Bekasi sebagai terminal penumpang Tipe A yang didominasi aktivitas luar ruang serta memiliki intensitas pergerakan pengguna dan
kendaraan yang tinggi. Perancangan ini bertujuan menghasilkan desain Terminal Induk Kota Bekasi yang mampu meningkatkan
kenyamanan termal sekaligus memitigasi dampak UHI melalui pendekatan Arsitektur Performatif. Metode perancangan menggunakan
pendekatan Arsitektur Performatif dengan menjadikan kinerja lingkungan sebagai dasar pengambilan keputusan desain. Proses
perancangan diawali melalui analisis tapak, studi tipologi, dan pengembangan alternatif desain yang kemudian dievaluasi menggunakan
simulasi Autodesk Forma sebagai alat utama untuk menganalisis temperatur udara, temperatur permukaan, radiasi matahari,
pembayangan, potensi pencahayaan alami, serta arah dan kenyamanan angin. Evaluasi distribusi pencahayaan dilakukan menggunakan
Dialux, simulasi aliran udara menggunakan CFD, sedangkan pemilihan material dilakukan melalui kajian nilai albedo. Parameter performa
tersebut digunakan sebagai dasar optimasi desain dalam meningkatkan kenyamanan termal serta mitigasi Urban Heat Island pada
kawasan terminal. Hasil perancangan menunjukkan bahwa strategi optimasi orientasi massa, penerapan fasad peneduh, penggunaan
material beralbedo tinggi, peningkatan tutupan vegetasi sebesar 17%, serta pengembangan ventilasi alami mampu meningkatkan
performa lingkungan kawasan. Simulasi menunjukkan penurunan temperatur udara tapak dari 37–38°C menjadi 34–35°C setelah
penerapan strategi vegetasi. Penurunan temperatur permukaan hingga 3°C, peningkatan area teduh pada ruang luar, serta pengurangan
paparan radiasi matahari pada fasad melalui penerapan elemen peneduh yang disesuaikan dengan orientasi bangunan. Strategi tersebut
menghasilkan lingkungan terminal yang lebih nyaman bagi pengguna sekaligus mendukung mitigasi fenomena Urban Heat Island pada
skala tapak. Berdasarkan hasil tersebut, pendekatan Arsitektur Performatif terbukti mampu mengintegrasikan aspek fungsional terminal
dengan kinerja lingkungan melalui desain yang terukur, adaptif terhadap iklim tropis, dan berorientasi pada peningkatan kenyamanan
termal pengguna. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan terminal perkotaan yang lebih responsif
terhadap tantangan perubahan iklim dan fenomena Urban Heat Island. | en_US |