Gambaran Pelayanan Farmasi Klinik oleh Apoteker dan Waktu Dispensing Resep di Puskesmas Ngaglik 1 dan Ngaglik 2
Abstract
Latar Belakang: Pelayanan farmasi klinik dan waktu dispensing merupakan
indikator mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas. Evaluasi keduanya diperlukan
untuk menggambarkan kesesuaian pelaksanaannya dengan standar yang ditetapkan.
Tujuan: Menggambarkan pelayanan farmasi klinik oleh apoteker, mengukur lama
waktu dispensing, dan menganalisis hubungan lama waktu penyiapan dengan lama
waktu dispensing.
Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data
dikumpulkan secara prospektif melalui wawancara terstruktur dengan apoteker dan
observasi mengukur waktu dispensing, kemudian data dianalisis secara deskriptif
dan uji korelasi Spearman.
Hasil: Pelayanan farmasi klinik di kedua puskesmas telah mengacu pada standar.
Rata-rata waktu dispensing di Puskesmas Ngaglik 1, 8,06 ± 4,84 menit resep non
racikan dan 16,75 ± 6,67 menit resep racikan. Puskesmas Ngaglik 2, 4,01 ± 2,06
menit resep non racikan dan 11,62 ± 3,90 menit resep racikan. Rata-rata waktu
penyiapan di Puskesmas Ngaglik 1, 1,78 ± 1,40 menit resep non racikan dan 10,38
± 4,48 menit resep racikan. Puskesmas Ngaglik 2, 0,90 ± 0,88 menit resep non
racikan dan 6,20 ± 1,85 menit resep racikan. Hasil uji korelasi Spearman
menunjukkan hubungan signifikan antara lama waktu penyiapan dengan total
waktu dispensing resep (p<0,05), namun pada resep racikan Puskesmas Ngaglik 2
tidak ada hubungan signifikan.
Kesimpulan: Pelayanan farmasi klinik dan waktu dispensing di kedua puskesmas
telah dilaksanakan sesuai standar. Lama waktu penyiapan penyiapan berhubungan
signifikan dengan lama waktu dispensing, namun untuk lama waktu dispensing juga
dapat dipengaruhi oleh faktor lain di luar waktu penyiapan.
Collections
- Pharmacy [2101]
