Show simple item record

dc.contributor.authorPutra, Denni Permana
dc.date.accessioned2026-09-12T03:31:56Z
dc.date.available2026-09-12T03:31:56Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67075
dc.description.abstractMagelang merupakan kota yang ada pada jalur Yogyakarta Semarang. Arus yang terjadi pada jalur tersebut selalu meningkat setiap tahunnya, terlebih semenjak diperlebarnya salah satu ruas pada jalur tersebut. Simpang pada ruas tersebut yaitu simpang Palbapang menimbulkan tundaan dan antrian yang tidak sedikit, terlebih pada waktu jam puncak. Sebelum tindakan perbaikan dilakukan perlu dilakukan evaluasi pada simpang tersebut. Apabila evaluasi ini tidak sesuai dengan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997), maka diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi persimpangan jalan yang tidak sesuai dengan persyaratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dengan memperbaiki dan membandingkan kinerja eksisting Simpang Bersinyal Palbapang dengan simpang yang direncanakan menggunakan perubahan fase, geometri dan bundaran. Penelitian dilaksanakan di simpang bersinyal Palbapang Kabupaten Magelang. Tahap awal adalah dengan melakukan survei geometrik, lingkungan dan volume lalu lintas simpang. Setelah data-data tersebut diperoleh, dilakukan rekapitulasi data untuk mendapatkan kinerja dari eksisting simpang, perbaikan simpang dengan perubahan fase, perbaikan simpang dengan perubahan geometri, perbaikan dengan perubahan fase dan geometri, dan perbaikan simpang dengan bundaran. Tahap selanjutnya adalah membandingkan kinerja antara eksisting dengan masing-masing alternatif perbaikan simpang. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Simpang Bersinyal Palbapang pada kondisi eksisting memiliki nilai derajat kejenuhan yang sudah tidak memenuhi standar (MKJI) 1997 dengan derajat kejenuhan rata-rata 1,37. Perbaikan simpang dengan perubahan fase hasil analisis kinerjanya menghasilkan nilai derajat kejenuhan rata-rata yaitu sebesar 0,84. Peningkatan kinerja simpang dengan perubahan geometri menurunkan nilai derajat kejenuhan rata-rata menjadi sebesar 0,69 . Perbaikan simpang dengan perubahan fase dan geometri didapatkan nilai derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,61. Perubahan simpang dengan bundaran didapatkan nilai derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,32. Perbaikan dengan perubahan fase dan perbaikan dengan perubahan fase dan geometri dapat bertahan dengan derajat kejenuhan di bawah 0,75 hingga tahun 2013. Dari seluruh alternatif perbaikan hanya perbaikan dengan bundaran yang masih dapat bertahan hingga tahun 2020 sesuai dengan standar MKJI.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectvolume lalu lintas,en_US
dc.subjectperbaikan kinerja simpang,en_US
dc.subjectkinerja bundaran,en_US
dc.subjectderajat kejenuhan.en_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Palbapang Kabupaten Magelangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM06511039


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record