| dc.description.abstract | Indonesia merupakan daerah tingkat resiko gempa yang tinggi. Hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia terletak diantara empat sistem tektonik yang aktif, yakni tapal batas lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Filipina, dan lempeng Pasifik. Plat-plat (lempeng) tektonik itu selalu bergerak satu sama lain. Sumber-sumber gempa yang terjadi di muka bumi ini dapat dikelompokkan menjadi 3 jalur gempa. Dari jalur gempa tampak bahwa Pulau Jawa sering dilanda gempa atau dapat dikatakan sebagai daerah gempa. Oleh sebab itu untuk perencanaan bangunan perlu dianalisis terhadap beban gempa yang direncanakan. Beban gempa dalam perencanaan struktur beton merupakan beban khusus atau beban abnormal yang kejadiannya terjadi sekali dengan skala yang sangat besar selama masa layan dari struktur bangunan yang direncanakan. Tugas akhir ini dibuat guna mengetahui seberapa besar perbedaan hasil perhitungan struktur bangunan tahan gempa pada gedung Kementrian Agama Kabupaten Sleman dengan metoda analisis statik ekivalen dan dinamik. Gedung dianggap terletak di wilayah gempa III dan tanah lunak. Dari perhitungan struktur portal As-5 Proyek pembangunan gedung Kementrian Agama Kabupaten Sleman dengan menggunakan Program Structural Analysis Program (SAP90) Version P5.40 dapat diketahui bahwa mode shape yang terjadi adalah: Mode Shape Number 1 Period = 0,345011 seconds Displacement (Ux) = 19,5745 cm, (Uz) maksimum = -3,6732 cm, Mode Shape Number 2 Period = 0,100999 seconds (Ux) maksimum = 15,8040 cm, (Uz) maksimum = -15,7133 cm, Mode Shape Number 3 Period = 0,049311 seconds, (Ux) maksimum = 27,7450 cm, (Uz) maksimum = 11,4962 cm. Momen arah (Y) pada elevasi 0,0 (joint 1) dengan analisis Statik ekivalen sebesar 737456 kNm, sedangkan dinamik sebesar 2667427 kNm. | en_US |