Analisis Global Production Network (GPN) terhadap Strategi Wuling dalam Memilih Indonesia sebagai Negara Penerima Investasi Industri Mobil Listrik Tahun 2017–2022
Abstract
Perkembangan industri mobil listrik merupakan bagian dari transformasi industri
otomotif global dan transisi energi berkelanjutan. Di Indonesia, salah satu aktor
yang berperan dalam perkembangan ini adalah Wuling Motors melalui kerja sama
Indonesia dan Tiongkok pada periode 2017-2022. Penelitian ini dilatarbelakangi
oleh meningkatnya tren kendaraan listrik, dukungan kebijakan pemerintah
Indonesia, potensi pasar otomotif domestik, serta ketersediaan sumber daya
strategis seperti nikel. Rumusan masalah penelitian ini adalah mengapa Wuling
memilih Indonesia dalam melakukan investasi melalui mobil listrik pada periode
tersebut. Penelitian ini menggunakan kerangka Global Production Network (GPN)
dari Henderson dkk. (2002) yang menghubungkan dimensi Agents dan Structures
dengan tiga kategori value, power, dan embeddedness melalui proses
Configuration and Coordination. Metode yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan data sekunder dari jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan
industri, berita, dan sumber relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keputusan Wuling memilih Indonesia dipengaruhi oleh peran Wuling sebagai
Firms dalam aliansi SAIC-GM-Wuling (SGMW) yang beradaptasi dengan
Networks dan Sectors kendaraan listrik di Indonesia, serta oleh peluang
penciptaan nilai melalui pasar kendaraan listrik yang sedang berkembang,
efisiensi produksi lokal, dan dukungan regulasi pemerintah sebagai Institutions.
Konfigurasi lokasi produksi di Cikarang serta koordinasi standar kualitas dan
insentif fiskal turut mempercepat keputusan tersebut. Wuling juga membangun
keterikatan dengan Indonesia melalui investasi pabrik, penggunaan tenaga kerja
lokal, jaringan pemasok dan dealer, serta penyesuaian produk dengan kebutuhan
konsumen domestik. Meskipun investasi ini mendorong penguatan kapasitas
produksi dan pasar kendaraan listrik di Indonesia, penguasaan teknologi inti dan
keputusan strategis masih didominasi oleh perusahaan induk di Tiongkok dalam
struktur jaringan produksi global.
Collections
- International Relations [1021]
