Hubungan Antara Kemandirian dengan Kematangan Vokasional Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan positif antara kemandirian dengan kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara kemandirian dengan kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir. Semakin tinggi tingkat kemandirian maka semakin tinggi pula kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir dan semakin rendah kemandirian maka semakin rendah pula kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir, laki-laki maupun perempuan, usia antara 21-26 tahun. Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala kematangan vokasional yang diambil dari Tifani (2008).berdasarkan aspek-aspek kematangan vokasional yang diungkap Crites (1973). Skala kemandirian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan skala yang diambil dari Fidyana (2003) berdasarkan aspek-aspek kemandirian yang diungkap Masnuri,dkk (1986). Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar r = 0,469 dengan p" 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa ada korelasi positif yang sangat signifikan antara kemandirian dengan kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir, sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Sedangkan sumbangan efektif yang diberikan variabel kemandirian terhadap variabel kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir sebesar 22% yang berarti masih ada 78% faktor lain yang mempengaruhi kematangan vokasional pada mahasiswa tingkat akhir. Faktor yang berpengaruh adalah perbedaan jenis kelamin, intelegensi dan bakat khusus, minat vokasional, kepribadian, latar belakang keluarga dan status sosioekonomis.
Collections
- Psychology [1337]
