Efektivitas Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Jahe (Zingiber officinale) terhadap Ekspresi Sitokin IL-2 secara In Vivo
Abstract
Latar belakang: Jahe (Zingiber officinale) mengandung senyawa gingerol yang
berpotensi sebagai imunomodulator, namun memiliki kelarutan dan bioavailabilitas
yang rendah. Formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS)
dikembangkan untuk meningkatkan kelarutan dan berpotensi meningkatkan
aktivitas farmakologisnya.
Tujuan: Mengevaluasi efektivitas SNEDDS jahe terhadap ekspresi sitokin IL-2
pada tikus jantan galur Wistar yang diinduksi Staphylococcus aureus.
Metode:Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi
ke dalam 6 kelompok perlakuan. SNEDDS jahe diformulasikan menggunakan
Labrasol, Tween 80, dan PEG 400, diberikan secara oral selama 13 hari. Kadar IL-
2 diukur pada hari ke-0 dan ke-15 menggunakan metode ELISA. Kemudian
dianalisis menggunakan CurveExpert 1.4 dan GraphPad Prism 10.
Hasil: Hasil evaluasi SNEDDS jahe terbentuk sebagai nanoemulsi yang stabil
dengan karakteristik fisik yang baik dengan nilai % transmitan 94,6% ± 0,057.
Pengujian ukuran partikel, PDI, dan zeta potensial menunjukkan hasil sebesar 17,2
nm ± 0,503, 0,587 ± 0,004, -11,6 mV. Pemberian SNEDDS jahe menunjukkan
kecenderungan menurunkan kadar IL-2 dibandingkan ekstrak jahe, namun
berdasarkan uji ANOVA dua arah tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara
statistik (p>0,05).
Kesimpulan: SNEDDS jahe memenuhi karakteristik nanoemulsi dan
menunjukkan kecenderungan menurunkan kadar IL-2 pada tikus yang diinduksi
Staphylococcus aureus.
Collections
- Pharmacy [2101]
