Hubungan Komunikasi Interpersonal dengan Responsiveness Pegawai pada Unit Pelayanan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dengan responsiveness. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara komunikasi interpersonal dengan responsiveness pada pegawai. Semakin tinggi komunikasi interpersonal maka semakin tinggi responsiveness pada pegawai, sebaliknya jika semakin rendah komunikasi interpesonal maka semakin rendah responsiveness pada pegawai. Subjek penelitian ini adalah pegawai PT PLN (Persero) Disribusi Area Pelayanan dan Jaringan Purwakarta, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Subjek penelitian ini berjumlah 60 orang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala responsiveness yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan kajian tentang responsiveness yang diungkapkan Parasuraman (dalam Majid, 2002) dan skala komunikasi interpersonal yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan kajian tentang komunikasi interpersonal yang diungkapkan Rakhmat (2002). Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS 12.0 for windows. Uji asumsi yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel komunikasi interpersonal dan resposiveness berdistribusi normal. Komunikasi interpersonal mempunyai skor K-SZ= 0,836; p= 0,486 sedangkan responsiveness mempunyai skor K-SZ= 0,864; p= 0,444 dan linier (F = 31,887; p= 0,000). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui melalui uji korelasi product moment dari Pearson yang menunjukkan ada hubungan positif antara komunikasi interpesonal dengan responsiveness (r 0,577 dan p 0.000), artinya semakin tinggi komunikasi interpersonal maka semakin tinggi responsiveness pada pegawai, sebaliknya jika semakin rendah komunikasi interpersonal maka semakin rendah responsiveness pada pegawai.
Collections
- Psychology [1337]
