Evaluasi Kinerja Sistem Saluran Drainase di Sekitar Kawasan Dusun Krawitan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Abstract
Wilayah Dusun Krawitan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami
perkembangan permukiman dan perubahan tata guna lahan yang berpotensi memengaruhi kinerja
sistem drainase. Permasalahan utama yang teridentifikasi adalah tertutupnya saluran drainase oleh
beton pada beberapa ruas jalan, khususnya Jalan Kimpulan dan Jalan Sakura, sehingga limpasan
permukaan mengalir di atas badan jalan dan menyebabkan genangan. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi kapasitas sistem drainase, menghitung debit limpasan rencana, mendesain ulang
saluran yang tidak mampu menampung debit rencana, serta merencanakan saluran baru pada ruas
jalan yang belum memiliki drainase.
Penelitian ini menggunakan analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan
menggunakan data curah hujan maksimum tahunan periode 2011–2023 dari Stasiun Hujan
Prumpung. Curah hujan rencana ditentukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III diuji
dengan uji Chi-Kuadrat, intensitas hujan dihitung dengan metode Mononobe, dan debit banjir
rencana dihitung menggunakan Metode Rasional dengan kala ulang hujan 2 tahun. Analisis
hidraulika dilakukan berdasarkan hasil pengukuran dimensi saluran eksisting untuk menghitung
kapasitas saluran.
Hasil analisis menunjukkan debit kapasitas saluran (Qc) pada Saluran AB, BC, CE, DE, EG,
dan FG berurutan sebesar 0,597, 0,486, 0,282, 0,384, 2,752, dan 0,431 m3/detik. Debit limpasan (Qi)
pada Saluran AB, BC, CE, DE, EG, dan FG berurutan sebesar 0,073, 0,201, 0,235, 0,394, 0,365, dan
0,178 m3/detik. Berdasarkan hasil evaluasi, Saluran DE memerlukan perencanaan ulang dimensi
saluran. Saluran DE direncanakan dengan saluran berbentuk segi empat dengan lebar saluran (b)
sebesar 0,568 m dan tinggi saluran (h) sebesar 0,284 m, serta diberikan tinggi jagaan (W) sebesar
0,4 m.
