Pengaruh Tata Kelola Pemerintahan terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Tengah
Abstract
Pemerintah daerah di Indonesia merupakan salah satu penyedia layanan
bagi publik. Keberhasilan dalam penyediaan layanan publik merepresentasikan
kinerja pemerintah daerah. Penelitian sebelumnya menyarankan untuk
mengangkat isu kinerja dengan fokus kinerja outcome yang dimanifestasikan
dengan proksi indeks pembangunan manusia (IPM). Isu kinerja outcome (IPM)
menarik untuk diinvestigasi karena terkait dengan kehidupan dasar masyarakat,
seperti pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat. Isu kinerja ini
terlihat belum setara pada pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi
Jawa Tengah. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa mekanisme tata kelola
sebagai isu yang dapat mendorong capaian kinerja. Mekanisme tata kelola
merupakan faktor eksternal sehingga lebih relevan menggunakan teori
institusional sebagai landasan teori penelitian. Isu mekanimse tata kelola
dieksplorasi dengan proksi DPRD, audit internal, daya saing, emulasi, kualitas
manajerial kepala daerah, dan predikat. Proksi DPRD dan audit internal
didukung dengan regulasi sebagai kekuatan koersif. Proksi daya saing dan
emulasi merupakan keinginan yang dipicu dari tuntutan lingkungan sebagai
tekanan mimetik untuk setara dengan capaian kinerja pemerintah daerah lain
yang dipandang berhasil. Sedangkan proksi kualitas manajerial kepala daerah
dan predikat terkait profesionalisme sebagai dorongan normatif. Atas dasar isu
tersebut, penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh tata kelola dalam
mendorong capaian kinerja pemerintah daerah. Observasi penelitian dilakukan di
Provinsi Jawa Tengah dengan mengobservasi 29 kabupaten dan 6 kota dari tahun
2017 – 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling
dengan pengumpulan data secara online dan offline sesuai kebutuhan penelitian
ini. Data yang terkumpul berjumlah 176 data dari 245 data yang seharusnya
tersedia. Pengujian data menggunakan estimasi model regresi data panel. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa mekanisme tata kelola dengan proksi audit
internal, emulasi, dan predikat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
pemerintah daerah. Sementara proksi daya saing berpengaruh negatif signifikan
terhadap kinerja pemerintah daerah. Sedangkan proksi DPRD dan kualitas
manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah.
Collections
- Doctor of Economics [112]
