Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Saluran Irigasi (Studi Kasus pada Proyek Rehabilitasi dan Pekerjaan Jaringan Induk Irigasi Batang Anai II Nan Sabaris dan Batang Anai II Padang Toboh di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat)
Abstract
Dewasa ini angka keselamatan kerja di Indonesia selalu mengalami peningkatan, bahkan selalu menempati urutan teratas dalam faktor keselamatan, kerena beberapa industri jasa konstruksi kurang menyadari akan keselamatan kerja. Dari hasil survei beberapa tahun terakhir setidaknya lima tahun belakangan ini, terjadi penurunan dan kenaikan yang signifikan, kecelakan kerja ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor Peralatan Keselamatan Kerja, Kondisi Lingkungan Kerja, Pekerja Proyek dan Manajemen Keselamatan Kerja pada proyek tersebut. Permasalahan K3 kontruksi yang pada umum menjadi penyebab banyaknya kecelakaan kerja seperti rendahnya pemahaman dan kepekaan terhadap bahaya dan resiko kontruksi. Pada penelitian ini masalah keselamatan kerja lebih di fokuskan pada konstruksi bangunan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam kegiatan proyek konstruksi Saluran Irigasi di Sumatera Barat. Penelitian dianalisis dengan menggunakan metode probabilitas bersyarat, yaitu jika terdapat ketergantungan suatu peristiwa yang tergantung atas terjadinya (atau tidak terjadi) peristiwa lainya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang keselamatan kerja proyek konstruksi Saluran Irigasi di Sumatera Barat. Pada proyek Batang Anai II Nan Sabaris dengan 24 foto kontruksi bangunan irigasi yang bernilai P(H | E comb) = 0,45, yang artinya bahwa kondisi proyek berdasarkan standar K3 dan manajemennya memberikan jaminan keamanan yang buruk dalam keselamatan kerja bagi para pekerja dalam pelaksanaan proyek. Pada proyek Batang Anai II Padang Toboh dengan 24 foto kontruksi bangunan irigasi yang bernilai P(H | E comb) = 1,0, yang artinya bahwa kondisi proyek pada Padang Toboh memiliki manajemen keselamatan dan keamanan K3 untuk para pekerja, dan dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan pekerja saat pelaksanaan proyek. Pada saat penelitian sumber daya manusia yang diambil lingkup pekerja mempunyai point 0,75 karena para pekerja memiliki sertifikat skill dan masa kerja.
Collections
- Civil Engineering [4889]
