| dc.description.abstract | Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam industri
manufaktur untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan melindungi tenaga kerja dari
berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur
pangan yang masih menghadapi kejadian kecelakaan kerja pada proses produksi kecap dan
bumbu instan sehingga target zero accident belum tercapai. Data periode 2023 – 2025 mencatat
insiden berulang seperti tangan terjepit mesin handok, tubuh terkilir, dan tersayat alat tajam
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan prioritas risiko,
menganalisis akar penyebab kecelakaan kerja, serta menyusun usulan mitigasi risiko pada
proses produksi kecap dan bumbu instan. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and
Effects Analysis (FMEA), Diagram Pareto, dan Fault Tree Analysis (FTA). FMEA digunakan
untuk menentukan tingkat prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN),
Diagram Pareto digunakan untuk memfokuskan risiko yang paling dominan, sedangkan FTA
digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab risiko prioritas. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa risiko dengan nilai RPN tertinggi adalah terjepit mesin handok pada proses filling
produksi bumbu instan (120), tertabrak forklift pada proses kartoning (112), gangguan
muskoloskeletal tidak ergonomis pada proses kartoning (108), serta terjepit mesin handok pada
proses filling produksi kecap (98). Melalui diagram pareto diperoleh tiga risiko dominan, yaitu
terjepit mesin handok, tertabrak forklift, dan gangguan muskoloskeletal. Pada FTA
teridentifikasi tiga basic event pada terjepit mesin handok, tujuh basic event pada tertabrak
forklift, dan empat basic event pada gangguan muskoloskeletal. Usulan mitigasi meliputi
penguatan penerapan SOP, pelatihan K3 secara berkala, penggunaan APD, pemasangan rambu
keselamatan, pemisahan jalur forklift dengan area kerja, serta perbaikan fasilitas sesuai prinsip
ergonomi. | en_US |