Show simple item record

dc.contributor.authorSukri, Salman
dc.date.accessioned2026-09-09T06:46:23Z
dc.date.available2026-09-09T06:46:23Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66921
dc.description.abstractKepadatan lalu lintas di sejumlah simpang di wilayah perkotaan Yogyakarta sudah mendekati titik jenuh. Salah satu bagian jaringan jalan di daerah wilayah perkotaan Yogyakarta yang saat ini mengalami masalah ketidakteraturan lalu lintas adalah pada simpang empat Mirota Jalan Godean dan simpang tiga Jalan Bener . Kepadatan berasal dari konflik kendaraan yang terjadi di kedua simpang tersebut. Banyaknya gangguan pada persimpangan tersebut perlu dicari faktor penyebabnya untuk kemudian dicari alternatif pemecahannya. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut maka perlu adanya rekayasa kinerja dua simpang yang berdekatan, dengan melakukan penelitian terhadap aspek kapasitas, derajat kejenuhan, dan peluang antrian pada kondisi eksisting dan 5 tahun mendatang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari survei lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari BPS DIY. Data primer berupa data lalu lintas diperoleh dari perekaman arus kendaraan di lapangan selama 3 hari (10, 11 dan 12 Februari 2013) pada jam 06.00 – 09.00 WIB, 10.00 – 13.00 WIB, dan 14.00 – 17.00 WIB yang kemudian dicatat dalam formulir tabel data kendaraan. Data – data kemudian dianalisis menggunakan MKJI 1997. Hasil analisis menunjukan kinerja kedua simpang pada kondisi eksisting sudah tidak memenuhi kriteria karena nilai derajat kejenuhan simpang empat mencapai 1,510 dan simpang tiga mencapai 1,524. Kinerja kedua simpang bisa ditingkatkan dengan 2 alternatif. Alternatif 1 ( pelebaran setiap lengan simpang, pemberian divider dan pemasangan lampu lalu lintas 4 fase), pada simpang empat derajat kejenuhan turun menjadi 0,680 tahun ini dan 0,918 pada 5 tahun mendatang, simpang tiga menjadi 0,613 untuk tahun ini dan 0,839 untuk 5 tahun mendatang. Alternatif 2 (pelebaran pada setiap lengan simpang pemberian divider dan pemasangan lampu lalu lintas 3 fase), derajat kejenuhan simpang empat menjadi 0,472 untuk tahun ini dan 0,691 pada 5 tahun mendatang, dan simpang tiga menjadi 0,536 dan 0,726 pada 5 tahun mendatang. Berdasarkan hasil analisis, dipilih perbaikan dengan menggunakan Alternatif 2.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKinerja dua Simpangen_US
dc.subjectdan Derajat Kejenuhanen_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Dua Simpang yang Berdekatan (Studi Kasus: Simpang Empat Mirota Godean dan Simpang Tiga Jl. Godean KM 1 – Jl. Bener)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM08511154


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record