Evaluasi Dampak Program Sembako terhadap Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Konsumsi Gizi di Daerah Istimewa Yogyakarta: Pendekatan Propensity Score Matching
Abstract
Kemiskinan dan ketimpangan merupakan permasalahan utama di DIY sebagaimana
tercantum dalam RPJMD 2022–2027, yang berkontribusi terhadap tingginya risiko
stunting, khususnya di kawasan selatan sebagai wilayah prioritas pembangunan
daerah. Bantuan program sembako sebagai kebijakan pemerintah pusat diarahkan
untuk mendukung pencegahan stunting melalui peningkatan konsumsi gizi pada
masyarakat miskin, dengan pemerintah daerah berperan strategis dalam
memastikan efektivitas implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi dampak program sembako terhadap peningkatan konsumsi gizi
sebagai proksi pencegahan stunting dengan menggunakan data SUSENAS 2024
dan pendekatan propensity score matching (PSM). Hasil analisis menunjukkan
bahwa secara agregat di DIY program sembako berpengaruh positif dan signifikan
terhadap peningkatan konsumsi protein dan karbohidrat, serta secara signifikan
meningkatkan konsumsi kalori, protein, dan karbohidrat di kawasan selatan.
Sebaliknya, di kawasan utara DIY, program ini tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan terhadap konsumsi kalori, protein, lemak, maupun karbohidrat.
Meskipun demikian, tingkat konsumsi gizi yang dicapai masih berada di bawah
standar angka kecukupan gizi yang ditetapkan pemerintah. Temuan ini
mengindikasikan bahwa efektivitas program sembako dalam mendukung
pencegahan stunting masih memerlukan penguatan, khususnya dalam aspek
implementasi dan pemerataan dampak antar wilayah.
