| dc.description.abstract | Asam akrilat merupakan bahan baku penting industri poliakrilat, superabsorbent
polymer, dan cat, yang kebutuhannya di Indonesia masih bergantung pada impor.
Kajian ini menyajikan prarancangan pabrik asam akrilat dari gliserol berkapasitas
130.000 ton per tahun, berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa
Timur, sebagai upaya substitusi impor sekaligus pemanfaatan gliserol sebagai
produk samping industri biodiesel yang tersedia melimpah di Indonesia. Proses
produksi terdiri atas dua tahap reaksi katalitik fase gas menggunakan reaktor plug-
flow multitube: dehidrasi gliserol menjadi akrolein pada reaktor R-01 (340°C,
katalis SiW20-Al/Zr10), dilanjutkan oksidasi parsial akrolein menjadi asam akrilat
pada reaktor R-02 (265°C, katalis Mo-V-Cu-Ox). Kedua reaktor dimodelkan
menggunakan simulasi Aspen Plus V14 dengan model kinetika Langmuir-
Hinshelwood-Hougen-Watson (LHHW). Pemanasan umpan reaktor memanfaatkan
skema integrasi panas berupa loop steam superheated bertekanan tinggi (40 bar,
400°C) yang disirkulasikan secara tertutup antara unit F-01 dan F-02, dipanaskan
ulang oleh fired heater HF-02. Pemurnian produk dilakukan pada satu unit menara
distilasi (MD-01, 30 stage teoritis) dengan kondenser Partial Vapor untuk
mengakomodasi gas non-condensable dari proses hulu. Hasil simulasi
menunjukkan konversi gliserol dan akrolein masing-masing mencapai 100,00%,
dengan produksi asam akrilat sebesar 16.250,2 kilogram per jam pada kemurnian
98,59% mol, setara kapasitas 130.000 ton per tahun pada basis 8.000 jam operasi.
Neraca massa tertutup pada seluruh unit operasi dengan selisih di bawah 0,001%.
Evaluasi ekonomi menggunakan metode Bare Module Turton dkk (2018)
menghasilkan Fixed Capital Investment sebesar Rp 1.442,86 miliar dan Total
Capital Investment sebesar Rp 1.659,28 miliar. Indikator profitabilitas
menunjukkan Return on Investment sebesar 44,42% (tanpa Tax Holiday) dan
56,95% (dengan Tax Holiday KEK), Payback Period 1,91 dan 1,54 tahun, Net
Present Value Rp 4.271,86 miliar dan Rp 5.687,86 miliar pada WACC 12% selama
15 tahun, Internal Rate of Return 52,16% dan 64,75%, serta Break Even Point
31,42% kapasitas produksi. Seluruh indikator melampaui kriteria kelayakan
minimum industri kimia, sehingga pabrik asam akrilat dari gliserol kapasitas
130.000 ton per tahun ini dinyatakan layak secara teknis dan ekonomis untuk
direalisasikan. | en_US |