Evaluasi Sistem Desinfeksi pada IPA Bedog Perumda Tirta Sembada Kabupaten Sleman
Abstract
Sistem desinfeksi merupakan tahapan penting dalam pengolahan air
minum untuk mengendalikan mikroorganisme patogen dan menjaga
kualitas air hingga ke jaringan distribusi. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi efektivitas sistem desinfeksi di Instalasi Pengolahan Air
(IPA) Bedog Perumda Tirta Sembada Kabupaten Sleman berdasarkan
kadar sisa klorin, tekanan air, kualitas mikrobiologi, serta pemodelan
menggunakan EPANET 2.2. Penelitian dilakukan dengan metode
deskriptif kuantitatif melalui pengambilan sampel pada outlet IPA dan tiga
titik jaringan distribusi. Kadar sisa klorin dianalisis menggunakan metode
spektrofotometri UV-Vis, total coliform diuji dengan metode Most
Probable Number (MPN), sedangkan pemodelan distribusi sisa klorin
dilakukan menggunakan EPANET 2.2. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa rata-rata konsentrasi sisa klorin menurun dari 0,26475 mg/L di
outlet IPA menjadi 0,2345 mg/L, 0,2015 mg/L, dan 0,18025 mg/L pada
titik distribusi terdekat, tengah, dan terjauh. Hubungan antara jarak
distribusi dan penurunan sisa klorin memiliki korelasi yang kuat dengan
nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9378. Simulasi EPANET
menghasilkan konsentrasi sisa klorin sebesar 0,18–0,26 mg/L yang sesuai
dengan hasil pengukuran lapangan. Tekanan air pelanggan berkisar 0,75–
0,85 kg/cm2 dan hasil uji total coliform memenuhi baku mutu Permenkes
Nomor 2 Tahun 2023. Berdasarkan hasil tersebut, sistem desinfeksi di IPA
Bedog dinilai efektif dalam menjaga kualitas air hingga ke pelanggan,
namun pemantauan kadar sisa klorin dan pengaturan dosis desinfektan
perlu dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kualitas air
distribusi.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
