| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan person-organization fit (POF) dan
person-job fit (PJF) dengan kepuasan kerja, hubungan kepuasan kerja dengan
turnover intention, serta peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi antara
hubungan POF dan PJF terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, dengan
pengambilan data purposive sampling. Partisipan penelitian berjumlah 99 karyawan
tetap generasi Z yang bekerja minimal enam bulan pada posisi dan perusahaan yang
sama, karyawan perusahaan swasta dan memiliki pendidikan minimal Diploma
(D3). Pengukuran menggunakan skala person-organization fit, person-job fit,
kepuasan kerja, dan turnover intention yang diadaptasi berdasarkan instrumen
tervalidasi dengan skala likert 1-5. Analisis data menggunakan perangkat Jamovi
dengan uji korelasi Pearson untuk menguji hubungan antar variabel dan analisis
mediasi GLM (JAMM) untuk menguji peran mediasi kepuasan kerja. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) POF berhubungan positif dan signifikan dengan
kepuasan kerja (r = 0.553; p<0.001), (2) PJF berhubungan positif dan signifikan
dengan kepuasan kerja (r = 0.512; p<0.001), (3) kepuasan kerja berhubungan
negatif dan signifikan dengan turnover intention (r = 497; p<0.001), (4) kepuasan
kerja memediasi secara parsial peran POF terhadap turnover intention (p = 0.005),
dan (5) kepuasan kerja memediasi secara parsial peran PJF terhadap turnover
intention (p = 0.015). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian antara
individu dengan organisasi, kesesuaian kompetensi yang dimiliki dengan tuntutan
pekerjaannya berperan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan menurunkan niat
untuk pindah tempat kerja pada karyawan Generasi Z. | en_US |