| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter orang
tua dan tingkat religiusitas pada mahasiswa Muslim. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah
244 mahasiswa Muslim berusia 18–25 tahun yang masih aktif menempuh
pendidikan tinggi di Indonesia dan dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Parenting Styles and
Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh otoriter, A
Psychological Measure of Islamic Religiousness (PMIR) untuk mengukur
religiusitas Islam, serta Short Form of the Marlowe–Crowne Social Desirability
Scale sebagai instrumen tambahan. Sebanyak 28 partisipan dieliminasi karena tidak
memenuhi kriteria attention checking. Analisis data dilakukan menggunakan
Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 26 melalui analisis statistik
deskriptif, uji asumsi, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter orang tua dan
religiusitas pada mahasiswa Muslim (ρ = -0,130; p = 0,021). Selain itu, ditemukan
variasi tingkat pola asuh otoriter dan religiusitas pada partisipan, serta perbedaan
pola signifikansi hubungan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Analisis
tambahan menunjukkan bahwa dimensi verbal hostility, physical coercion, dan
non-reasoning/punitive berhubungan negatif secara signifikan dengan religiusitas,
sedangkan dimensi directiveness tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa pengalaman pengasuhan dalam
keluarga masih memiliki keterkaitan dengan perkembangan religiusitas pada masa
dewasa awal, meskipun hubungan yang diperoleh tergolong lemah. | en_US |