Hambatan Penerapan Lean Construction pada Subsektor Bangunan di Yogyakarta: Pendekatan Deskriptif Berbasis Ranking (Lean Construction Barriers in Yogyakarta Building Sub-Sector: A Descriptive Ranking-Based Approach)
Abstract
Industri konstruksi di D.I Yogyakarta masih menghadapi tantangan seperti keterlambatan,
pembengkakan biaya, dan rendahnya efisiensi proses. Lean Construction terbukti mampu mengatasi
permasalahan tersebut, namun penerapannya di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi dan menentukan peringkat hambatan penerapan Lean Construction pada subsektor
bangunan D.I Yogyakarta berdasarkan persepsi pelaku konstruksi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei kuesioner
terhadap 109 responden (kontraktor, konsultan, pemilik proyek, arsitek, dan instansi pemerintah) yang
dipilih melalui purposive sampling. Instrumen terdiri dari 24 butir pertanyaan, dan diukur menggunakan
skala Likert 1–5, dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics.
Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan seluruh instrumen valid (r hitung 0,514–0,745 >
r tabel 0,190) dan sangat reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,946). Hambatan paling dominan adalah sistem
pengadaan pemerintah yang berfokus pada harga terendah (mean = 3,97), sedangkan hambatan terendah
adalah perencanaan proyek yang belum terintegrasi (mean = 3,23).
Collections
- Civil Engineering [4889]
