Show simple item record

dc.contributor.authorAulia, Rani
dc.date.accessioned2026-09-05T03:18:38Z
dc.date.available2026-09-05T03:18:38Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66742
dc.description.abstractIbu yang memiliki anak berkebutuhan khusus lebih mudah mengalami stres pengasuhan. Sementara itu, kebersyukuran merupakan salah satu faktor protektif yang berkaitan dengan rendahnya stres pengasuhan. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah hubungan negatif antara kebersyukuran dengan stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 144 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus berusia 21-50 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Islamic Gratitude Scale (IGS-10) dan Parental Stres Scale. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kebersyukuran dan stres pengasuhan dengan nilai r = -0.495 dan p = <0.001, dimana tingginya kebersyukran, maka berhubungan dengan rendahnya stres pengasuhan. Sebaliknya, rendahnya kebersyukuran, maka berhubungan dengan tingginya stres pengasuhan. Oleh karena itu, diketahui bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Kebersyukuran menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengasuhan pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectkebersyukuran, stres pengasuhan, ibu, anak berkebutuhan khususen_US
dc.titleHubungan antara Kebersyukuran dengan Stres Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khususen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22320157


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record