Analisis Daya Dukung Aksial dan Lateral Fondasi Bored Pile akibat Beban Ekstrem Berdasarkan Data N-SPT (Studi Kasus: Jembatan Penghubung Pulau Laut Kotabaru–Batulicin)
Abstract
Proyek pembangunan Jembatan Penghubung Kotabaru-Batulicin merupakan jembatan
sepanjang 3,75 km yang menghubungkan dua pulau untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Mengingat struktur jembatan menerima beban ekstrem, diperlukan fondasi dengan kapasitas dukung
dan stabilitas yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas dukung aksial dan
lateral, deformasi, serta safety factor fondasi bored pile PL2 terhadap pembebanan Ekstrem I dan
Ekstrem II. Analisis dilakukan menggunakan metode Meyerhof, Reese & Wright, dan Broms
berdasarkan data N-SPT, kemudian dibandingkan dengan hasil pemodelan PLAXIS 3D.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Meyerhof menghasilkan kapasitas dukung izin
aksial sebesar 69405,74 kN pada tiang tunggal dan 2041207,591 kN pada tiang kelompok,
sedangkan metode Reese & Wright menghasilkan 58359,30 kN pada tiang tunggal dan 1716333,356
kN pada tiang kelompok. Seluruh nilai tersebut lebih besar daripada beban yang bekerja sehingga
fondasi memenuhi persyaratan keamanan. Analisis kapasitas dukung lateral menggunakan metode
Broms menghasilkan kapasitas dukung izin sebesar 10711,85 kN untuk tiang tunggal dan 535592,45
kN untuk tiang kelompok, yang juga lebih besar daripada beban lateral pada Kondisi Ekstrem I dan
Ekstrem II.
Analisis deformasi menunjukkan penurunan maksimum hasil PLAXIS 3D sebesar 0,0853 m
pada tiang tunggal dan 0,1251 m pada tiang kelompok, serta defleksi lateral tiang tunggal maksimum
sebesar 0,00215 m, yang masih berada di bawah batas izin. Hasil analisis safety factor menggunakan
PLAXIS 3D sebesar 5,047 pada pembebanan aksial, 2,908 pada pembebanan lateral Kondisi
Ekstrem I, dan 5,788 pada Kondisi Ekstrem II, seluruhnya melebihi nilai minimum sebesar 2,5.
Dengan demikian, fondasi bored pile PL2 memenuhi persyaratan kapasitas dukung, deformasi, dan
faktor keamanan sehingga dinyatakan aman terhadap pembebanan ekstrem serta layak digunakan
sebagai sistem fondasi utama pada struktur pylon Jembatan Penghubung Kotabaru–Batulicin
berdasarkan hasil analisis manual dan numerik yang saling mendukung.
Collections
- Civil Engineering [4889]
