Show simple item record

dc.contributor.authorLaliasa, Sandi Nur Fathana
dc.date.accessioned2026-09-04T03:13:48Z
dc.date.available2026-09-04T03:13:48Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66706
dc.description.abstractSumber daya manusia (SDM) kesehatan merupakan komponen kunci dalam sistem pelayanan kesehatan karena berperan langsung dalam menentukan mutu, kontinuitas, dan efektivitas layanan. Di tingkat pelayanan primer, pemerintah memperkuat puskesmas melalui kebijakan penataan SDM kesehatan dengan berbagai status kepegawaian (PNS, P3K, dan Nusantara Sehat). Namun, pada level implementasi fasilitas kesehatan, kebijakan tersebut kerap menghadapi tantangan operasional dan struktural, termasuk perbedaan status kepegawaian yang dapat memengaruhi peran, beban kerja, insentif, serta kinerja tenaga kesehatan. Puskesmas Laronanga Pantai memiliki 44 tenaga kesehatan (19 PNS, 23 P3K, 2 Nusantara Sehat), tetapi ditemukan fenomena ketidaksesuaian antara jumlah tenaga dengan optimalisasi pemanfaatan, pembagian fungsi kerja yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi maupun beban kerja yang proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kebijakan manajemen SDM kesehatan dan menilai dampaknya terhadap efektivitas pelayanan (mutu dan efisiensi) di Puskesmas Laronanga Pantai, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi. Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di Puskesmas Laronanga Pantai pada Mei sampai Juni 2026 dengan teknik purposive sampling dan melibatkan informan (kepala puskesmas, penanggung jawab UKM/UKP, kepala tata usaha, tenaga kesehatan PNS, tenaga kesehatan P3K, tenaga kesehatan Nusantara Sehat, serta masyarakat/pasien). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen; analisis data menggunakan teknik Miles & Huberman serta penguatan validitas melalui triangulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Laronanga Pantai telah menerapkan prinsip kesetaraan dalam pembagian tugas dan tanggung jawab tanpa membedakan status kepegawaian. Tenaga kesehatan yang berstatus PNS, P3K dan Nusantara Sehat dalam melaksanakan tugasnya telah sesuai kompetensi dan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Implementasi kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Laronanga Pantai memberikan dampak positif terhadap mutu/kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan. Hal ini diterlihat dari pelayanan yang cukup cepat, ramah, adil, dan sesuai dengan jam operasional puskesmas yang berlaku. Faktor pendukung implementasi kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Laronanga Pantai meliputi; komunikasi organisasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, telah memiliki standar kerja yang jelas, hubungan kerja yang harmonis, kerja sama tim yang baik, kompetensi tenaga kesehatan, serta dukungan pimpinan dalam pelaksanaan pelayanan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectImplementasi Kebijakan, Manajemen SDM Kesehatan, Puskesmas, Efektivitas Pelayanan, Nusantara Sehaten_US
dc.titleAnalisis Implementasi Kebijakan Manajemen SDM Kesehatan dan Dampak terhadap Efektivitas Pelayanan di Puskesmas Laronanga Pantaien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24929009


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record