| dc.description.abstract | Sumber daya manusia (SDM) kesehatan merupakan komponen kunci dalam sistem
pelayanan kesehatan karena berperan langsung dalam menentukan mutu,
kontinuitas, dan efektivitas layanan. Di tingkat pelayanan primer, pemerintah
memperkuat puskesmas melalui kebijakan penataan SDM kesehatan dengan
berbagai status kepegawaian (PNS, P3K, dan Nusantara Sehat). Namun, pada level
implementasi fasilitas kesehatan, kebijakan tersebut kerap menghadapi tantangan
operasional dan struktural, termasuk perbedaan status kepegawaian yang dapat
memengaruhi peran, beban kerja, insentif, serta kinerja tenaga kesehatan.
Puskesmas Laronanga Pantai memiliki 44 tenaga kesehatan (19 PNS, 23 P3K, 2
Nusantara Sehat), tetapi ditemukan fenomena ketidaksesuaian antara jumlah tenaga
dengan optimalisasi pemanfaatan, pembagian fungsi kerja yang belum sepenuhnya
berbasis kompetensi maupun beban kerja yang proporsional.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kebijakan manajemen SDM
kesehatan dan menilai dampaknya terhadap efektivitas pelayanan (mutu dan
efisiensi) di Puskesmas Laronanga Pantai, serta mengidentifikasi faktor pendukung
dan penghambat implementasi.
Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di Puskesmas
Laronanga Pantai pada Mei sampai Juni 2026 dengan teknik purposive sampling
dan melibatkan informan (kepala puskesmas, penanggung jawab UKM/UKP,
kepala tata usaha, tenaga kesehatan PNS, tenaga kesehatan P3K, tenaga kesehatan
Nusantara Sehat, serta masyarakat/pasien). Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen; analisis data
menggunakan teknik Miles & Huberman serta penguatan validitas melalui
triangulasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Manajemen Sumber
Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Laronanga Pantai telah menerapkan
prinsip kesetaraan dalam pembagian tugas dan tanggung jawab tanpa membedakan
status kepegawaian. Tenaga kesehatan yang berstatus PNS, P3K dan Nusantara
Sehat dalam melaksanakan tugasnya telah sesuai kompetensi dan tugas pokok dan
fungsinya masing-masing. Implementasi kebijakan Manajemen Sumber Daya
Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Laronanga Pantai memberikan dampak
positif terhadap mutu/kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan. Hal ini diterlihat
dari pelayanan yang cukup cepat, ramah, adil, dan sesuai dengan jam operasional
puskesmas yang berlaku. Faktor pendukung implementasi kebijakan Manajemen
Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Puskesmas Laronanga Pantai meliputi;
komunikasi organisasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, telah memiliki
standar kerja yang jelas, hubungan kerja yang harmonis, kerja sama tim yang baik,
kompetensi tenaga kesehatan, serta dukungan pimpinan dalam pelaksanaan
pelayanan. | en_US |