Show simple item record

dc.contributor.authorCahayaputri, Sabrina Era
dc.date.accessioned2026-09-03T07:42:16Z
dc.date.available2026-09-03T07:42:16Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66699
dc.description.abstractDi Indonesia dengan mayoritas penduduk menganut agama Islam seharusnya dapat menjaga nilai- nilai agama termasuk dalam hal mengkonsumsi makanan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terkadang membuat lupa akan nilai-nilai agama yang harus dijaga, sebagai umat yang beragama tentu saja hal ini tetap menjadi dasar dalam berperilaku. Indonesia dalam menghadapi perdagangan bebas tingkat regional, internasional, dan global, dikhawatirkan sedang dibanjiri produk makanan impor yang mengandung atau terkontaminasi unsur tidak halal. Dalam teknik pemrosesan, penyimpanan, penanganan, dan pengepakan seringkali digunakan bahan pengawet yang membahayakan kesehatan atau bahan tambahan yang mengandung unsur tidak halal yang dilarang dalam Agama Islam. Penelitian ini menggunakan 60 orang mahasiswa yang beragama Islam dengan rentang usia 19 sampai 26 tahun. Penentuan sampel menggunakan teknik quota sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala intensi membeli produk makanan yang tidak berlogo halal yang terdiri dari 25 aitem valid (a = 0,947) dan skala persepsi terhadap makanan halal yang terdiri dari 25 aitem valid (a = 0,931). Hasil uji analisis dengan teknik analisis regresi linier berganda (multiple regression analysis) menunjukkan koefisien (ẞ) pada persepsi dari keamanan (perception of safety) sebesar 0,717, p = 0,093 ( > 0,05 ), pada persepsi dari nilai agama (perception of religious values) sebesar 0,937, p = 0,020 ( < 0,05 ), dan pada persepsi dari kesehatan (perception of health) sebesar 1,094, p = 0,085 ( > 0,05 ). Artinya hipotesis penelitian ini yang diterima hanya satu yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi dari nilai agama (perception of religious values) terhadap makanan halal dengan intensi membeli produk makanan yang tidak berlogo halal, sedangkan persepsi dari keamanan (perception of safety) dan persepsi dari kesehatan (perception of health) hipotesisnya tidak diterima. Arah hubungan negatif antara kedua variabel tersebut artinya semakin positif persepsi terhadap makanan halal maka intensi membeli produk makanan yang tidak berlogo halal akan semakin rendah dan sebaliknya semakin negatif persepsi terhadap makanan halal maka intensi membeli produk makanan yang tidak berlogo halal semakin tinggi. Persepsi terhadap makanan halal memberikan sumbangan efektif sebesar 70,3% terhadap intensi membeli produk makanan yang tidak berlogo halal, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectpersepsi,en_US
dc.subjectintensi membeli,en_US
dc.subjectmakanan halal,en_US
dc.subjectproduk makanan yang tidak berlogo halalen_US
dc.titleHubungan Antara Persepsi Terhadap Makanan Halal dengan Intensi Membeli Produk Makanan yang Tidak Berlogo Halalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM06320114


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record