Hubungan Antara Efikasi Diri dan Persepsi Terhadap Kemampuan Peмесанan Masalah Pada Customer Service dan Teller Di Bidang Perbankan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri (self-efficacy) dengan persepsi terhadap pemecahan masalah pada customer service dan teller di perbankan. Pengujian hipotesis didasarkan pada asumsi bahwa semakin tinggi efikasi diri, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini adalah customer service dan teller bank, baik laki-laki maupun perempuan. Subjek penelitian berusia antara 22–35 tahun, memiliki masa kerja antara 0–10 tahun, serta memiliki tingkat pendidikan minimal lulusan sekolah menengah atas (SMA). Data dikumpulkan menggunakan dua skala, yaitu skala pemecahan masalah yang merupakan hasil modifikasi dari skala Nailuvar (2003) dan teori Polya (1957), serta skala efikasi diri yang didasarkan pada teori Bandura (1997).Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan pemecahan masalah, dengan nilai r = 0,599 dan p = 0,00 (p < 0,01).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dengan pemecahan masalah. Artinya, semakin tinggi efikasi diri, semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah pada customer service dan teller bank.
Collections
- Psychology [2617]
