Model Hospital Safety Climate terhadap Kepatuhan Universal Precaution Blood-Borne Pathogen pada Tenaga Kesehatan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri
Abstract
Latar belakang : Hospital Safety Climate (HSC) merupakan elemen penting dalam
membangun budaya keselamatan kerja, khususnya dalam pencegahan pajanan
blood borne pathogen (BBP) pada tenaga kesehatan. Penelitian Gershon et al.
(2000) menunjukkan adanya hubungan bermakna antara komponen HSC dengan
kepatuhan tenaga kesehatan terhadap Universal Precautions (UP).
Tujuan : Menganalisis hubungan antara HSC dengan kepatuhan UP pada tenaga
kesehatan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri sebagai upaya
pencegahan pajanan BBP.
Metode : Penelitian menggunakan desain explanatory sequential research melalui
tiga tahap: (1) uji validitas dan reliabilitas instrumen HSC yang diadaptasi dari
instrumen Gershon; (2) analisis kuantitatif dengan uji chi-square (bivariat) dan
regresi logistik (multivariat); serta (3) analisis kualitatif dengan desain studi kasus
untuk memperdalam temuan kuantitatif.
Hasil : Analisis multivariat menunjukkan empat variabel HSC berhubungan
bermakna dengan kepatuhan UP. Elemen Program Kesehatan berhubungan negatif
(B = -1,82; p = 0,02; AOR = 0,16; 95% CI 0,03–0,77). Tanggung Jawab dan
Akuntabilitas juga berhubungan negatif (B = -1,73; p = 0,02; AOR = 0,17; 95% CI
0,04–0,77). Pelatihan dan Pendidikan berhubungan positif dan merupakan
prediktor terkuat (B = 2,01; p = 0,02; AOR = 7,47; 95% CI 1,32–42,0). Ketiadaan
Hambatan Pekerjaan terhadap Keselamatan tidak bermakna secara statistik (B = -
1,198; p = 0,08; AOR = 0,30; 95% CI 0,07–1,18).
Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara komponen HSC Elemen
Program Kesehatan, Tanggung Jawab dan Akuntabilitas, serta Pelatihan dan
Pendidikan dengan kepatuhan UP pada tenaga kesehatan di RSUD dr. Soediran
Mangun Sumarso Wonogiri. Pelatihan dan Pendidikan berperan paling besar dalam
meningkatkan kepatuhan, sementara hambatan pekerjaan tidak terbukti
berpengaruh signifikan.
