Hubungan antara Kelekatan Orang Tua dengan Kebersyukuran pada Remaja Perempuan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan orang tua dan
kebersyukuran pada remaja perempuan. Kebersyukuran merupakan emosi positif
yang muncul sebagai respons atas nikmat dan kebaikan yang diterima, sedangkan
kelekatan orang tua merupakan hubungan emosional antara anak dan orang tua
yang ditandai oleh kepercayaan, komunikasi, dan rendahnya keterasingan.
Kelekatan orang tua dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung
perkembangan kebersyukuran pada remaja. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah
132 remaja perempuan beragama Islam berusia 18–22 tahun yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan
Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang
tua dan Islamic Gratitude Scale (IGS-10) untuk mengukur kebersyukuran. Analisis
data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat hubungan positif yang signifikan antara kelekatan ibu dan kebersyukuran
serta hubungan positif yang signifikan antara kelekatan ayah dan kebersyukuran.
Selain itu, aspek kepercayaan dan komunikasi pada ibu berhubungan positif dengan
kebersyukuran intrinsik dan ekstrinsik, sedangkan aspek keterasingan ibu
berhubungan negatif dengan kebersyukuran ekstrinsik. Pada kelekatan ayah, aspek
kepercayaan dan komunikasi berhubungan positif dengan kebersyukuran intrinsik.
Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, suportif, dan penuh
kepercayaan dengan orang tua berperan dalam mengembangkan kebersyukuran
pada remaja perempuan.
Collections
- Psychology [1337]
