| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis anggota SAR. Saat anggota SAR menjalankan tugas, dalam kenyataannya memiliki perubahan emosional yang disebabkan oleh situasi dan kondisi yang dihadapi saat proses penyelamatan dan pencarian berlangsung. Diawali dengan pengungkapan latar belakang menjadi anggota SAR, bagaimana situasi dan kondisi yang harus dihadapi, apa saja yang menjadi hambatan dan tantangannya serta apa yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Responden penelitian ini adalah lima orang subjek yang tercatat sebagai anggota SAR. Jenjang usia 30-60 tahun, pendidikan dari setingkat SMP- S1 dengan karakterisitik pekerjaan subjek adalah wiraswasta, pedagang, nelayan dan pengusaha. Wilayah kerja subjek terbagi ditiap-tiap posko dengan spesifikasi keahlian SAR gunung, rimba dan laut. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap responden dan beberapa informan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang berusaha mengeksplorasi dinamika psikologis anggota SAR. Sehingga didapatlah gambar bagan yang utuh mengenai proses dinamika yang terjadi. Faktor pendorong menjadi anggota SAR adalah adanya prestise sebagai anggota SAR, individu yang menyukai tantangan, adanya perasaan ataupun keinginan untuk membantu orang lain. Faktor yang memperkuat anggota SAR untuk terus bertahan didalam SAR adalah adanya perasaan puas saat berhasil menemukan korban dan terjadi peningkatan kemampuan dalam SAR. Anggota SAR akan tidak puas saat korban tidak ditemukan, sistem koordinasi tidak maksimal, dan anggaran yang minim. Hambatan-hambatan berupa komitmen yang kurang pada anggota dan sistem koordinasi yang belum tertata dengan baik, serta tingkat kesulitan di lapangan yang tidak bisa dikendalikan dari proses penyelamatan korban. Adanya keterlibatan emosi yang berlebihan saat penanganan korban sehingga terjadi pelanggaran prosedur penanganan. Kondisi di lingkungan kerja yang kurang positif tersebut berusaha direspon/diatasi oleh para responden dengan cara bekerjasama, membagi beban kerja, kontrol diri, berusaha menikmati keadaan yang ada, dan dengan mengembalikan fokus penanganan pada korban. Tentunya melalui perencanaan yang lebih cermat dan lebih integratif mengenai kesiapan dan ketersediaan perlengkapan dan perbekalan SAR. | en_US |