Formulasi dan Evaluasi Patch Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Berbasis Natrium Alginat-Pektin
Abstract
Latar belakang: Luka diabetes merupakan komplikasi kronis diabetes melitus
akibat gangguan penyembuhan luka. Daun binahong mengandung senyawa
bioaktif yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Untuk
meningkatkan potensi penggunaannya, ekstrak daun binahong dikembangkan
dalam bentuk patch berbasis kombinasi natrium alginat-pektin yang mampu
membentuk matriks sebagai sediaan wound dressing.
Tujuan: Memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik sediaan patch berbasis
natrium alginat-pektin yang mengandung ekstrak daun binahong,
Metode: Optimasi matriks patch dilakukan terhadap enam formula dengan variasi
komposisi natrium alginat:pektin:gliserin. Formula matriks terpilih digunakan
sebagai dasar formulasi patch yang mengandung ekstrak daun binahong. Evaluasi
patch meliputi organoleptik, daya lekat, kadar air, pH, keseragaman bobot,
ketebalan, ketahanan lipat, tensile strength, elongation at break, dan swelling.
Hasil: Optimasi matriks menghasilkan tiga formula terpilih untuk diformulasikan
menjadi patch yang mengandung ekstrak. Formula C dengan komposisi natrium
alginat:pektin:gliserin (1,25:2,75:5) ditetapkan sebagai formula optimum
berdasarkan karakteristik terbaik pada parameter utama, yaitu tensile strength
1,116 ± 0,184 MPa, daya lekat 189 ± 7,000 menit, serta organoleptik yang
memenuhi kriteria.
Kesimpulan: Formula C dengan komposisi natrium alginat:pektin:gliserin
(1,25:2,75:5) merupakan formula optimum patch ekstrak binahong dengan
karakteristik terbaik.
Collections
- Pharmacy [2101]
