| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi manufaktur mendorong proses produksi produk kreatif
berukuran kecil menjadi lebih efisien, salah satunya pada pembuatan merchandise
komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu penuangan
zinc alloy terhadap produktivitas proses pembuatan produk pada pembuatan
merchandise komunitas sepeda Batam dengan metode spin casting. Proses
penelitian dimulai dari pencarian konsep, pembuatan desain 2D, pemilihan desain
melalui kuesioner, pembuatan desain 3D menggunakan SolidWorks, pembuatan
master menggunakan 3D print resin, pembuatan cetakan silicone rubber melalui
proses vulkanisasi, hingga pengecoran menggunakan metode spin casting. Variasi
suhu penuangan yang digunakan adalah 480°C, 500°C, dan 530°C dengan durasi
pengujian masing-masing selama satu jam. Parameter yang dianalisis meliputi
jumlah produk terbentuk, produk layak, produk gagal, siklus gagal, presentase
produk terbentuk, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu
480°C menghasilkan 9 produk terbentuk, 7 produk layak, 2 produk gagal, dan
persentase produk terbentuk sebesar 45%. Pada suhu 500°C diperoleh 17 produk
terbentuk, 16 produk layak, 1 produk gagal, dan persentase produk perbentuk
sebesar 85%. Sementara itu, suhu 530°C menghasilkan 19 produk terbentuk, 18
produk layak, 1 produk gagal, dan persentase produk Terbentuk sebesar 95%.
Berdasarkan hasil tersebut, suhu penuangan 530°C menjadi suhu paling optimal
karena menghasilkan jumlah produk layak tertinggi, siklus gagal terendah, serta
produktivitas sebesar 18 pcs/jam. | en_US |