Show simple item record

dc.contributor.authorJoantina, Nadia Mutiara
dc.date.accessioned2026-09-01T08:23:52Z
dc.date.available2026-09-01T08:23:52Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66605
dc.description.abstractLatar belakang: Seledri (Apium graveolens L.) memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi, sehingga berpotensi mencegah karies. Berbagai sediaan ekstrak seledri memiliki keterbatasan kontak dengan permukaan gigi, sehingga tablet kunyah diusulkan untuk memperpanjang kontak zat aktif dan meningkatkan kenyamanan penggunaan pada anak dan lansia. Formulasi tablet kunyah memerlukan keseimbangan kekerasan dan waktu hancur; natrium alginat diharapkan menghasilkan karakteristik disintegrasi yang optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh natrium alginat sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet dan mendapatkan formula optimum dari tablet kunyah ekstrak seledri serta karakteristiknya. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode kempa langsung dengan lima formula berdasarkan perbandingan crospovidone alginat, yaitu F1 (100:0), F2 (75:25), F3 (50:50), F4 (25:75), dan F5 (0:100). Evaluasi massa cetak meliputi kadar lembap, sifat alir, sudut diam, dan indeks pengetapan. Tablet dievaluasi meliputi keragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, organoleptik, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Data dianalisis menggunakan uji parametrik maupun nonparametrik sesuai hasil uji normalitas dan homogenitas pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Variasi natrium alginat berpengaruh terhadap kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet kunyah. Formula F1 (100% crospovidone) menghasilkan waktu hancur tercepat (23,33 detik) dengan kerapuhan 0,53%, sedangkan F5 (100% natrium alginat) menghasilkan kekerasan tertinggi (7,41 kgf) dan waktu hancur terlama (658,33 detik). Aktivitas antibakteri tertinggi ditunjukkan oleh F1 dan terendah F3, namun seluruh formula masih berada di bawah kontrol positif klindamisin (35 mm) dengan kategori sedang hingga lemah. Kesimpulan: Variasi natrium alginat memengaruhi sifat fisik tablet kunyah ekstrak seledri. F5 (100% natrium alginat) merupakan formula paling optimal untuk tablet kunyah esktrak seledri dengan kekerasan dan kerapuhan yang baik, peningkatan alginat meningkatkan kekerasan tetapi memperlambat disintegrasi dan efektivitas antibakteri berada pada kategori sedang hingga lemah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectApium graveolens L., tablet kunyah, alginat, crospovidone, bahan penghancuren_US
dc.titleFormulasi dan Evaluasi Tablet Kunyah Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Alginat sebagai Bahan Penghancuren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613045


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record