Hubungan antara Loneliness dan Parasocial Relationship pada Penggemar K-Pop
Abstract
Penelitian korelasional ini bertujuan untuk melihat hubungan antara loneliness dan parasocial
relationship pada penggemar K-Pop. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 351
responden, baik laki-laki maupun perempuan dengan rentang usia sekitar 18-25 tahun dan
merupakan seorang penggemar K-Pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan
teknik analisis data statistik Pearson. Instrumen yang digunakan yaitu UCLA Loneliness Scale
Version 3 adaptasi oleh Pramitha (2018) untuk mengukur loneliness dan Celebrity Attitude Scale
(CAS) adaptasi oleh Abraham et al. (2020) untuk mengukur parasocial relationship. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara loneliness
dan parasocial relationship pada penggemar K-Pop (r = 0,121; p = 0,023), namun kekuatan
hubungan tidak terlalu kuat. Artinya, semakin tinggi tingkat loneliness, maka semakin tinggi
kecenderungan individu terlibat dalam hubungan yang bersifat satu arah dan termotivasi untuk
membangun kedekatan dengan figur idola K-Pop. Oleh karena itu, hipotesis dalam penelitian ini
diterima. Selain itu, hasil analisis pada setiap aspek menunjukkan aspek global loneliness
berhubungan positif dan signifikan dengan aspek intens-personal dari parasocial relationship. Hal
ini diartikan ketika seseorang merasakan loneliness, ia cenderung membangun ikatan yang lebih
intens dan bersifat personal dengan figur idola K-Pop. Dengan demikian, faktor loneliness dapat
mendorong individu dalam membangun kedekatan dan keterhubungan, serta terikat secara
emosional dengan figur idola K-Pop.
Collections
- Psychology [1337]
