Show simple item record

dc.contributor.authorSusanto, Jackson
dc.date.accessioned2026-09-01T07:27:09Z
dc.date.available2026-09-01T07:27:09Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66588
dc.description.abstractKarbon dioksida merupakan senyawa kimia dengan rumus molekul CO2 Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat. Karbon dioksida atau CO2 adalah gas cair tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, dan sedikit asam. CO2 lebih berat daripada udara dan larut dalam air. Peluang berkembangnya industri karbon dioksida di Indonesia cukup besar, mengingat kebutuhannya yang terus meningkat dan jumlah impor yang masih tinggi. Saat ini belum ada pabrik karbon dioksida yang tercatat telah berdiri di Indonesia. Pabrik karbon dioksida ini direncanakan akan dibangun di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dengan kapasitas produksi 11,5 ton/tahun yang beroperasi selama 330 hari. Metode pembuatan CO2 yang digunakan yaitu dengan cara menyerap senyawa CO2 yang berasal dari limbah gas buang pada PLTU Cilacap. Proses yang terjadi di pabrik ini meliputi penyerapan CO2 dari aliran gas menggunakan larutan KOH di dalam absorber, pembentukan kalium karbonat, regenerasi larutan untuk memperoleh kembali KOH, serta pemurnian dan kompresi CO2 hingga mencapai spesifikasi produk yang diinginkan. Produk CO2 kemudian disimpan dalam tangki penyimpanan sebelum didistribusikan, sedangkan larutan KOH direcycle kembali ke proses absorpsi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa pabrik karbon dioksida berkapasitas 11,5 juta ton/tahun memerlukan Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp56,57 triliun dengan total biaya produksi Rp35,14 triliun per tahun. Pada harga jual produk CO2/ton Rp6.245.750,00 didapat penjualan produk sebesar Rp50,39 triliun per tahun, pabrik mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp15,25 triliun per tahun. Parameter ekonomi yang diperoleh meliputi ROI sebelum pajak 26,95%, POT sebelum pajak 2,9 tahun, BEP 44,33%, SDP 21,62%, dan DCFRR 19,24%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pabrik memiliki prospek ekonomi yang baik dan berpotensi memberikan keuntungan yang menarik selama masa operasinya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPra Rancangan Pabrik Karbon Dioksida dari Flue Gas dengan Kapasitas 11,5 Juta Ton/Tahunen_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Karbon Dioksida dari Flue Gas dengan Kapasitas 11,5 Juta Ton/Tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522059


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record