Implementasi Kebijakan Pemerintahan Australia dalam Penanganan Pelecehan Seksual terhadap Anak Tahun 2021–2024
Abstract
Pemerintah Australia dalam penanganan pelecehan seksual terhadap anak pada periode 2021-
2024, khususnya melalui National Strategy to Prevent and Respond to Child Sexual Abuse
2021–2030. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka teori The
Policy Process Implementation oleh Thomas B. Smith (1973), yang memandang implementasi
sebagai interaksi dinamis antara kebijakan yang diidealkan, organisasi pelaksana, kelompok
sasaran, dan faktor lingkungan. Latar belakang masalah didasari oleh persistensi kasus
pelecehan seksual anak di Australia, meskipun telah ada berbagai kebijakan sejak 2010, dengan
data statistik menunjukkan peningkatan kasus daring yang signifikan. Metode penelitian
melibatkan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder, diikuti analisis kualitatif untuk
menginterpretasikan makna data. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan
telah membangun fondasi sistemik melalui pembentukan National Office for Child Safety
(NOCS) dan action plans, serta fokus pada dukungan korban berbasis trauma-informed dan
respons digital. Namun, kendala utama seperti kompleksitas privasi, variasi kapasitas
yurisdiksi, dan dinamika digital masih menghambat efektivitas penanganan. Implikasi
penelitian ini adalah perlunya adaptasi kebijakan yang lebih fleksibel dan kolaboratif untuk
mencapai dampak jangka panjang dalam perlindungan anak.
Collections
- International Relations [1021]
