| dc.description.abstract | Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen melintasi wilayah berbukit dengan lereng alami
yang berpotensi mengalami ketidakstabilan, khususnya pada lereng timbunan STA 70+375.
Penelitian ini bertujuan menganalisis stabilitas lereng timbunan existing menggunakan metode
kesetimbangan batas Fellenius secara manual dan software GeoStudio SLOPE/W, merencanakan
kebutuhan perkuatan geotekstil, menganalisis pengaruh perkuatan terhadap peningkatan nilai faktor
keamanan, serta menghitung penurunan tanah segera akibat beban timbunan.
Analisis dilakukan secara dua dimensi dengan mengacu pada persyaratan SNI 8460:2017.
Data yang digunakan berupa data borelog, parameter tanah, dan hasil uji triaksial yang telah tersedia.
Analisis stabilitas lereng dilakukan pada kondisi tanpa perkuatan dan dengan perkuatan geotekstil.
Analisis penurunan tanah dilakukan melalui perhitungan manual dan pemodelan numerik
menggunakan SIGMA/W.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng timbunan existing belum memenuhi persyaratan
stabilitas. Nilai faktor keamanan yang diperoleh sebesar 1,092 berdasarkan metode Fellenius dan
1,012 berdasarkan GeoStudio SLOPE/W. Kedua nilai tersebut lebih kecil dari faktor keamanan
minimum sebesar 1,25. Perkuatan geotekstil woven UW-250 dengan konfigurasi panjang 10 m pada
Zona 1 dan 17 m pada Zona 2 mampu meningkatkan faktor keamanan menjadi 1,656, sehingga
memenuhi persyaratan stabilitas. Hasil analisis penurunan tanah dasar akibat beban timbunan
setinggi 10 m menunjukkan penurunan sebesar 9,4 cm berdasarkan perhitungan manual dan 11,84
cm berdasarkan SIGMA/W. Kedua nilai tersebut masih berada di bawah batas penurunan izin sebesar
25,97 cm. Dengan demikian, perkuatan geotekstil efektif meningkatkan stabilitas lereng, sedangkan
penurunan tanah akibat beban timbunan masih berada dalam batas yang dapat diterima. | en_US |